Jumat, 26 Jun 2015 19:15 WIB

Anak Tiba-tiba Ketakutan? Waspada, Bisa Jadi Akan Mengalami Kejang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Serangan kejang, baik karena epilepsi maupun kejang demam, bisa menyerang anak kapan saja. Bisa tanpa gejala sama sekali, bisa juga diawali perubahan perilaku seperti emosional atau bahkan ketakutan.

"Pada kejang parsial, bisa didahului dengan perasaan takut atau cemas," kata dr Irawati Hawari, SpS, dokter saraf dari Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Menteng, Jumat (26/6/2015).

Kejang parsial merupakan kejang yang hanya melibatkan bagian tertentu pada otak. Jika tanpa disertai kerusakan pada kesadaran maka disebut kejang parsial sederhana, dan bisa berkembang menjadi kejang parsial kompleks. Keduanya bisa diawali dengan tanda-tanda yang disebut aura atau prodromal.

Baca juga: Awas! Sering Kejang Demam, Anak Lebih Berisiko Kena Epilepsi

Tanda-tanda seperti rasa takut, cemas, dan kadang-kadang emosional bisa dikenali jika anak mampu mengingat-ingat apa yang dirasakan sebelum mengalami serangan kejang. Sayangnya, seorang anak biasanya sulit mengungkapkannya dengan jelas.

"Jika curiga anak mengidap epilepsi, bisa dilakukan tes EEG (electroencephalogram). Saat EEG akan mendapat stimulasi agar saat kejang aktivitas otaknya terekam," kata dr Irawati.

Jenis serangan kejang yang sulit diprediksi kehadirannya adalah kejang umum atau general seizure. Pada kondisi ini, umumnya tidak ada gejala yang bisa dikenali. Anak bisa mendadak kehilangan kesadaran dan langsung kejang.

Baca juga: Kejang Karena Epilepsi atau Sebab Lain Sama Bahayanya, Begini Menolongnya

(up/vit)
News Feed