Jumat, 07 Agu 2015 14:45 WIB

Segudang Manfaat Senyum untuk Anak, Hindari Bullying Hingga Bikin Pede

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu kekhawatiran orang tua yang memiliki anak usia pra-remaja adalah tumbuh tidak percaya diri. Ketika anak tidak percaya diri, efek negatif mulai dari rentan menjadi korban bullying hingga minder pun bisa mengancam anak.

Psikolog Vera Itabiliana mengatakan ada satu cara ampuh yang dapat diajarkan orang tua kepada anak untuk menghindari hal-hal tersebut. Caranya cukup mudah, yakni membiasakan anak untuk selalu tersenyum.

"Dengan sering tersenyum, anak akan menjadi lebih nyaman dengan diri dan lingkungannya. Otomatis percaya dirinya akan naik dan dia akan lebih disenangi oleh teman-teman sebaya sehingga risiko menjadi korban bullying juga berkurang," tutur Vera, dalam temu media di Penang Bistro, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2015).

Baca juga: Tak Cuma Enak Dilihat, Rajin Senyum Juga Bisa Bikin Tubuh Sehat

Vera menjelaskan manfaat senyum bukan sekadar omong kosong. Penelitian mengungkap bahwa senyum ternyata memengaruhi otak untuk berpikir lebih positif sehingga perasaan rendah diri akan berkurang.

Senyum dijelaskan Vera, menggerakkan otot-otot di sekitar wajah yang berhubungan langsung dengan sistem bahagia di otak. Ketika tersenyum, otak akan menangkap hal ini sebagai pertanda bahagia dan melepaskan hormon endhorpin yang berpengaruh terhadap perasaan senang.

"Jadi senyum itu kayak semacam saklar. Ketika senyum, otak langsung menangkap, 'mode bahagia on' begitu," paparnya.

Vera mengatakan bahwa memang tidak mudah mengajarkan anak untuk bisa tersenyum, terutama anak usia pra-remaja yang perasaan ingin diakui dan emosinya mulai sensitif. Namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Orang tua harus berperan aktif. Dalam artian, tidak hanya sekedar menyuruh atau mengajarkan, namuj juga mempraktikkannya lebih dulu. Jika orang tua sudah sering tersenyum, anak akan merasa lebih nyaman melakukan hal yang sama.

"Dicoba saja dibiasakan dulu kitanya, nanti diajarkan juga ke anak. Memang awalnya senyum akan sekadar senyum aja, tapi kita jelaskan juga bahwa senyum paling baik itu dari hati. Ketika orang tua bisa melakukannya, anak juga pasti mengikuti dan akhirnya bisa tersenyum dari hati," pungkasnya.

Baca juga: Yuk Senyum, Makin Sumringah Makin Mengalami Hidup Lebih Baik

(mrs/vit)
News Feed