Rabu, 23 Sep 2015 16:00 WIB

Studi: Kebiasaan Merokok Anak Juga 'Ditularkan' dari Orang Tua

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Anak-anak umumnya akan meniru apa yang dilakukan orang tua. Begitu pula pada remaja, kebiasaan merokok bisa dipengaruhi kebiasaan merokok ayah atau ibu mereka. Setidaknya, itulah yang diungkapkan studi dalam American Journal of Public Health baru-baru ini.

Bagi anak yang orang tuanya merokok, mereka tiga kali lebih mungkin mencoba merokok di usia remaja serta dua kali lebih berisiko kecanduan rokok, dibanding anak-anak yang orang tuanya tidak merokok. Dalam studi ini, peneliti menganalisis data yang dikumpulkan selama 8 tahun melalui National Survey on Drug Use and Health.

Survei ini melakukan polling acak pada 70.000 anak usia 12 tahun ke atas, kemudian dilibatkan juga 35.000 orang tua. Dikatakan ketua peneliti Dr Denise Kandel selaku profesor Sociomedical Sciences in Psychiatry, Columbia University Medical Center, studi ini memang ingin melihat apakah ada hubungan antara kebiasaan merokok orang tua dengan kebiasaan merokok anak nantinya.

"Pada anak yang orang tuanya tidak merokok, hanya 13 persen yang mengaku pernah mencoba merokok satu kali dalam hidupnya. Sedangkan, jika orang tua merokok, 38 persen anak mencoba merokok selama hidupnya," tutur Kandel seperti dikutip dari Medical Daily pada Rabu (23/9/2015).

Baca juga: Ini Sebabnya Industri Rokok Tumbuh Pesat di Indonesia

Pada remaja putri, mereka lebih mungkin merokok ketika hanya ibunya yang merokok. Sedangkan pada remaja putra, mereka lebih mungkin merokok ketika ayah atau ibunya merokok. Kandel menambahkan, studi ini juga turut memperhitungkan variabel lain seperti status pernikahan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan isu kesehatan di dalam keluarga . Hanya saja, studi ini tidak sampai menganalisis hubungan kebiasaan merokok di kelompok pergaulan serta paparan iklan terhadap kebiasaan merokok remaja.

"Sebagian besar perokok memulai kebiasaannya itu di usia remaja dan orang tua memiliki pengaruh kuat dalam hal ini. Untuk mencegah remaja tidak coba-coba merokok dan kecanduan pada tembakau, kita perlu melakukan langkah awal yakni membuat para orang tua berhenti dari kebiasaan merokoknya terlebih dulu," lanjut Kandel.

Bahkan, ia menganjurkan bagi para dokter anak untuk bisa berkomunikasi dengan orang tua yang merokok tentang efek rokok pada kehidupan anak mereka. Dengan begitu, diharapkan orang tua bisa berusaha berhenti dari kebiasaan merokoknya.

Baca juga: Rokok Kretek Dianggap Warisan Budaya, Pakar Kesehatan Sebut Sirih Lebih Baik (rdn/up)