Rabu, 01 Jun 2016 11:02 WIB

Hati-hati, Memberi Nama Julukan yang Buruk Bisa Jadi Bullying

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Setiap nama yang diberikan orang tua pada anak pasti memiliki makna, doa dan harapan tersendiri. Namun, ada saja orang-orang yang mempelesetkan atau menyematkan julukan tertentu, sehingga nama julukan itu melekat pada diri seseorang. Pelabelan melalui nama panggilan atau julukan bisa jadi merupakan bentuk bullying yang tidak disadari.

"Nama panggilan atau name calling sendiri menjadi suatu isu yang happend to us tetapi sering dianggap sepele padahal efeknya sangat besar," kata Adiyat Yori Rambe dari Komunitas Sudah dong, saat ditemui dalam diskusi yang digelar CNN Indonesia di Gedung Aldevco, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).

Baca juga: Bisa Meruntuhkan Reputasi dalam Sekejap, Ini Kejamnya Cyber Bullying

Menurut pria yang akrab yang dipanggil Yori ini, name calling biasanya ditunjukkan pada sesuatu yang negatif. Misalnya, seseorang dipanggil 'Gigi' karena memiliki bentuk gigi yang kurang bagus.

"Nggak ada name calling yang bagus seperti si pintar atau si baik. Kondisi ini juga secara tidak langsung bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang," lanjut Yori.

Apabila sudah membuat orang merasa tidak percaya diri, pemberian nama julukan tanpa disadari telah menjadi tindakan bullying. Maka dari itu, Yori menyarankan untuk berani berbicara kepada si pemberi nama julukan jika terganggu dengan panggilan itu.

"Jadi ketika kita tidak terima atau tidak suka dengan name calling, kita punya hak untuk menolak nama itu," kata Yori.

Baca juga: Ini Dampaknya Jika Ortu Sering Memarahi Anak di Depan Orang Banyak

Selain menurunkan kepercayaan diri, korban bullying juga memiliki dampak negatif seperti kesulitan memiliki persahabatan jangka panjang dan kurang memiliki hubungan baik dengan orang tua mereka. Lebih parahnya lagi, berdasarkan penelitian korban bullying juga dapat melakukan bullying kepada diri sendiri.

"Bullying diri sendiri ini dapat berbahaya untuk korban bullying dan efek paling parahnya yaitu bunuh diri," tutup pria yang pernah menjadi Abang Favorit Jakarta Utara 2015. (vit/vit)