Kamis, 02 Jun 2016 11:30 WIB

Manfaat Ikut Tur Liburan untuk Kesehatan Mental dan Fisik Anak-anak

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Setelah anak ujian, orang tua biasa memberikan hadiah bagi anak untuk melepas stres. Salah satunya adalah dengan membiarkan anak mengikuti tur liburan sebagai sarana melepas stres anak.

Pakar dari Postgraduate Institue of Medical Education & Research (PGIMER), Chandigarh mengungkapkan bahwa summer camp atau tur-tur liburan untuk anak sebenarnya dapat memainkan peran baik dalam pengembangan kesehatan anak-anak yang telah sibuk belajar selama setahun.

"Tur adalah ide yang baik jika anak-anak diajarkan untuk membentuk kebiasaan yang baik dan melakukan aktifitas postif yang lainnya," ungkap Prof J S Thakur dari School of Public Health, PGI (Post Graduate Institute).

Baca Juga: Hati-hati, Anak Libur Sekolah Terlalu Lama Bisa Bikin Pusing Orang Tua

Studi dari PGI beberapa tahun yang lalu juga menemukan bahwa 6-8 persen anak di sekolah-sekolah mengalami obesitas. Thakur juga telah mengumpulkan beberapa studi yang menemukan bahwa anak-anak di kota mengalami obesitas karena mereka tidak melakukan aktivitas. Atau, aktivitas meraka hanya dilakukan terbatas di rumah saja.

"Konsumsi junk food juga tinggi di antara anak-anak. Tur atau sebuah kamp dapat benar-benar memainkan peran dalam menurunkan konsumsi ini," ujar Thakur.

Walaupun baik bagi anak, Thakur tetap menyarankan orang tua untuk menilai isi dari program kamp-kamp yang ditawarkan apakah benar-benar membantu anak. Senada dengan Thakur, pakar lain, Prof Adarsh Kohli, dari departemen psikiatri, PGI mengatakan kini tak sedikit kamp atau tur yang telah dikomersialisasi.

Prof Kohli mengatakan, beberapa program memang baik tetapi ada pula beberapa program yang ditawarkan dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak uang. Walaupun begitu Prof Kohli juga setuju bahwa tur atau kamp adalah hal yang ampuh membantu mengurangi stres mental pada anak.

"Ini adalah hal yang berguna, kita bisa melihat bakat yang tersembunyi di antara anak-anak melalui kamp-kamp ini," ujar Kohli, dikutip dari Indian Express.

Baca Juga: Pernah Ketemu Nyamuk 'Vegetarian'? Museum Nyamuk Pangandaran Punya Koleksinya

(rdn/vit)