Sabtu, 15 Okt 2016 15:19 WIB

Studi Sebut di Amerika, Warna Kulit Remaja Pengaruhi Perilaku Seks Berisiko

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Remaja memang cenderung tertantang untuk mencoba sesuatu yang berisiko, tak terkecuali dalam hal hubungan seks. Namun prevalensinya bisa berbeda, tergantung pada warna kulit mereka.

Setidaknya inilah yang diungkap peneliti dari College of Human Environmental Sciences dan Gillings School of Public Health, University of Carolina. Menurut peneliti, makin terang warna kulit seseorang, maka makin kecil kecenderungannya untuk terlibat dalam perilaku seks yang berisiko.

Kebetulan, dari hasil pengamatan peneliti, remaja kulit putih di Amerika memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang penyakit menular seksual. Oleh karena itu pengamatan dilakukan terhadap remaja dari etnis lain. Ternyata, muncul pola yang konsisten antara warna kulit, kaitannya dengan perilaku seksual mereka.

Dari 7.000-an remaja yang ambil bagian terungkap, mereka yang memiliki warna kulit lebih terang mempunyai pandangan lebih positif terhadap pernikahan, termasuk menghindari perilaku seks berisiko.

Salah satu peneliti, Dr Antoinette Landor menjelaskan, ketika seorang remaja memiliki pandangan positif terhadap pernikahan, maka secara otomatis mereka juga tidak akan melibatkan diri atau menghindari perilaku seks berisiko.

Baca juga: Makin Muda Usia Saat Pertama Kali Seks, Makin Rentan Kena Penyakit

"Ini bisa berimplikasi pada pencegahan perilaku seks berisiko di kalangan remaja Amerika. Harapannya mengurangi tingginya masalah kesehatan serius yang bisa berkaitan dengan hal itu seperti penyakit menular seksual atau kehamilan yang tidak diinginkan," lanjut Landor seperti dilaporkan Medical Daily.

Bahkan temuan ini bisa jadi pegangan bagi pembuat kebijakan dalam membuat kampanye kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Baca juga: Seks Bebas Dianggap 'Biasa', Anak Jalanan Rentan Kena HIV

Penelitian sebelumnya mengungkap, ada berbagai hal yang memicu remaja untuk melakukan seks berisiko. Salah satunya adalah genre musik yang digemari. University of Texas Health Science Center, Houston menemukan, remaja yang menggemari musik rap berpeluang lebih tinggi untuk melakukan perilaku seks berisiko, tak peduli berapapun usianya.

Peneliti menduga ini ada kaitannya dengan konten musik rap yang paling banyak mengandung pesan-pesan bernada seksual dan eksplisit (terang-terangan). (lll/vit)