Senin, 20 Feb 2017 18:03 WIB

Ada Riwayat Retinoblastoma, Anak Perlu Cek Mata Rutin Sejak Bayi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Kanker bola mata atau retinoblastoma merupakan jenis kanker pada anak yang dipengaruhi faktor genetik atau diturunkan. Sehingga, ketika orang tua memiliki riwayat retinoblastoma, pemeriksaan mata teratur penting dilakukan.

Diungkapkan dr Edi Tehuteru SpA(K) dari RS Dharmais, jika salah satu orang tua terkena retinoblastoma atau ada salah satu anak yang terkena retinoblastoma, saat memiliki anak lagi, sejak lahir perlu dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini, kata dr Edi tak harus langsung ke dokter spesialis mata.

"Jadi sejak lahir anaknya dikontrol, ke Puskesmas bisa. Kalau sudah ada opthamolscope-nya, untuk deteksi dini retinoblastoma, bisa dicek secara berkala. Kalau dirasa ada yang nggak beres, langsung dirujuk ke spesialis mata," kata dr Edi dalam temu media di gedung Direktorat P2PTM, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Jika sampai usia 5 tahun tak ditemukan masalah, maka anak dikatakan bebas dari retinoblastoma. dr Edi mengatakan jika retinoblastoma ditemukan di stadium awal, kemungkinan pasien sembuh sampai 80 persen. Sedangkan, jika ditemukan di stadium lanjut, kemungkinannya sekitar 25 persen.

Baca juga: Cegah Kebutaan karena Retinoblastoma, Menkes Canangkan Kampanye Pupil Putih

dr Edi menekankan penatalaksanaan retinoblastoma tidak hanya menyelamatkan nyawa tapi juga penglihatan anak. Jika ditemukan di stadium awal, pasien tidak perlu kemoterapi, radioterapi, atau operasi, melainkan cryotherapy saja. Jika sudah stadium lanjut, pasien perlu kemoterapi, radioterapi, bahkan operasi.

Saat operasi, diusahakan hanya pengangkatan bola mata saja. Tapi jika sudah menyebar, maka kelopak mata juga perlu diangkat. Di Indonesia, retinoblastoma merupakan kanker anak nomor dua dengan kasus terbanyak. Nah, deteksi dini dengan opthamolscope cukup mudah dilakukan.

Akan disorotkan semacam senter ke mata kemudian melalui kaca kecil, perawat bisa melihat apakah ada pantulan sinar merah di mata. Jika ada, maka tak ada masalah di mata. Jika tak ada pantulan sinar merah maka perlu waspada.

"Kalau ada yang menghalangi bola mata, seperti tumor itu sinar yang tersorot ke mata kan nggak akan memantul dan berpendar. Cek pakai alat ini mudah kok. Nah, misal nggak ada pantulan baru anak dirujuk untuk konfirmasi. Spesialis mata nanti kan bisa melihat di dalam matanya ada apa nih," kata dr Edi.

Ia mengingatkan, retinoblastoma tak bisa dicegah dan hanya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Baca juga: Retinoblastoma, Kanker pada Anak yang Paling Bisa Dideteksi Dini (rdn/vit)