Kamis, 23 Feb 2017 18:00 WIB

Anak Menangis di Awal Les Bahasa Asing, Bagaimana Ortu Harus Bersikap?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saat anak sehari-hari terbiasa berkomunikasi dengan bahasa ibu, lalu tiba-tiba diperkenalkan dengan bahasa asing melalui kelas khusus, bisa saja anak akan shock dan menolak. Jika demikian, bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Menurut psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, wajar jika pada hari pertama belajar bahasa di kelas yang asing, anak menjadi berespons seperti menolak. Ini merupakan proses penyesuaian yang sedang anak hadapi. Jika anak bersikap demikian, orang tua jangan emosi atau malah jadi iba.

"Setiap anak butuh diberikan kesempatan dalam situasi menyesuaikan diri atau adjust. Ketika diberi kesempatan itu, keterampilan sosial dan kompetensi emosionalnya akan terasah. It's okay," tutur Vera dalam talkshow 'Multilingual Sejak Dini, Kenapa Tidak?' yang diadakan di EF Center, FX Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Baca juga: Benarkah Ajari Bahasa Asing Sejak Dini Bikin Anak Terlambat Bicara?

Lama-kelamaan setelah proses adaptasi dengan bahasa asing yang diajarkan dan suasana kelas, termasuk dengan teman-teman barunya, anak akan mampu mengendalikan diri dan tak menolak lagi. Namun jika anak terus-menerus melakukan penolakan, bahkan sampai menangis, orang tua perlu menanyakan penyebabnya.

"Tanyakan lebih baik dengan kata 'ada apa' dibandingkan 'kenapa' ya bu, supaya tidak terarah ke degradasi tertentu. Misalnya 'apa yang membuat kamu tertekan' atau 'apa yang bisa bunda lakukan untuk kamu?'. Biarkan anak menceritakan," tutur Vera.

Dalam situasi normal, Vera justru akan sangat menyarankan orang tua untuk membantu anak-anaknya supaya berada dalam situasi penyesuaian seperti demikian. Sering terlupakan, padahal ini merupakan proses agar anak bisa belajar menyesuaikan diri dan bertahan alias survive.

Sementara itu, Senior Director of Studies EF English First, Meta Fadjria juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, dalam pertemuan awal memang wajar jika anak bersikap menyesuaikan diri. Ini karena anak sedang belajar menghadapi situasi baru.

"Anak kan ada yang penyesuaiannya diam saja, atau ada juga yang menangis, ini normal. Anak pada dasarnya butuh waktu dan proses juga untuk menyesuaikan diri. Misalnya dia malu atau takut, kita sebagai guru pendamping juga harus menyikapinya berbeda. Sebab tiap individu beda proses adaptasinya. Menghadapi anak seperti ini hubungan antara guru dan orang tua juga harus terjalin dengan baik," imbuh Meta.

Baca juga: 6 Mitos Seputar Demam pada Anak yang Masih Dipercaya

(ajg/up)