Hindari Meningitis pada Anak, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

ADVERTISEMENT

Hindari Meningitis pada Anak, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 06 Apr 2017 10:40 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Meningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada selaput otak. Pada anak-anak, angka kematian dari kasus meningitis ini disebut peneliti bisa mencapai 50 persen dengan sebagian yang selamat alami kecacatan.

Mengapa efek meningitis bisa sedemikian hebat? dr Tinuk Agung, SpA, dari Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita menjelaskan alasannya karena memang kuman yang bisa menyerang otak rata-rata ganas. Otak merupakan bagian inti dari susunan saraf sehingga bila terjadi kerusakan sedikit saja maka dampaknya bisa memengaruhi seluruh tubuh dan permanen.

Gejala khas dari meningitis ini contohnya seperti demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran dengan ditandai berkurangnya respons terhadap rangsangan. Bila orang tua mencurigai anaknya mengalami gejala tersebut maka disarankan segera cari pertolongan medis.

Baca juga: Kejamnya Meningitis, Meninggal atau Cacat

"Kalau misalnya sembuh tapi sudah sempat parah tidak sadarkan diri lama itu bisa ada gejala sisa. Contohnya anak jadi kaku-kaku dan pasti menimbulkan gangguan tumbuh kembang serta kecerdasan," kata dr Tinuk kepada detikHealth dan ditulis Kamis (6/4/2017).

Nah daripada harus pusing memikirkan bagaimana cara menghadapi meningitis, dr Tinuk menyarankan agar orang tua melakukan tindakan pencegahan. Pertama adalah dengan menjaga anak jauh dari area di mana banyak terdapat orang sakit untuk mengurangi risiko paparan kuman.

"Makanya kalau di rumah sakit anak di bawah 12 tahun nggak boleh masuk kalau besuk. Kan sampai diusir-usir tuh sama satpam, orang anggapnya itu jahat padahal tujuannya untuk melindungi. Risiko tertular makin muda itu makin tinggi apa lagi bayi makanya jangan pernah bawa besuk ke rumah sakit,"

Langkah pencegahan kedua adalah dengan melakukan imunisasi. Seperti diketahui saat ini sudah tersedia luas vaksin untuk meningitis.

"Sifat meningitis itu kumannya menyukai yang muda makanya bayi umur 0-12 bulan mendapat imunisasi sampai tiga kali. Kalau anak baru berkesempatan diimunisasi setelah satu tahun juga sebetulnya masih bisa cuma sekali saja," pungkas dr Tinuk.

Baca juga: Ibu Hamil Kena Penyakit Infeksi, Waspada Meningitis pada Bayi (fds/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT