Selasa, 06 Jun 2017 10:42 WIB

Awas, Anak Jadi Rentan Kegemukan Jika Hafal Produk Makanan di TV

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Karena otaknya masih fleksibel, anak bisa menyerap informasi yang didapat dari menonton televisi dengan cepat, tak terkecuali setiap tayangan iklan yang ditampilkan.

Namun ada kerugian yang didapat jika si anak bisa sampai hafal nama-nama merek makanan atau minuman ringan dari tayangan televisi. Sebuah penelitian di AS menyebut, anak yang mengenali merek produk seperti soda, permen, biskuit, kripik dan makanan cepat saji berpeluang lebih tinggi untuk mengalami obesitas.

Bahkan menurut peneliti dari University of Michigan tersebut, kecenderungan ini tetap ada meski si anak tidak benar-benar ingat nama merek produk tersebut dengan tepat. Mengenali logonya saja cukup.

Pembuktian kemudian dilakukan dengan mengukur BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh dari 247 responden anak yang rata-rata berusia 4,5 tahun. Mereka juga diminta mengenali 30 jenis produk makanan yang beredar di AS.

Baca juga: Punya TV di Kamar, Anak Berisiko Jadi Obesitas

Caranya dengan memberi anak-anak ini tiga jenis makanan lalu meminta mereka mencocokkannya dengan logo produk tertentu. Rata-rata jawaban yang diberikan sudah tepat, bahkan untuk produk makanan yang tidak begitu populer di kalangan anak-anak.

Namun yang menjadi sorotan adalah anak dengan kelebihan berat badan dapat mengenali 10 jenis produk lebih banyak ketimbang anak dengan bobot yang sehat.



"Ini menarik karena meskipun mereka tidak ingat betul nama mereknya, tetapi mereka tahu jika logo itu berkaitan dengan makanan atau minuman tertentu," kata peneliti Kristen Harrison seperti dilaporkan CBS News.

Sebab ketika anak mengenali produk tersebut, mereka akan cenderung memilihnya sebagai cemilan atau setidaknya mencobanya, yang kemudian membentuk pola makan tak sehat yang bisa berujung pada obesitas.

Baca juga: Ssst! Ini Dia Camilan Sehat untuk Anak di Bawah Usia 2 Tahun

dr Diana Sunardi, MGizi, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, sebenarnya anak boleh-boleh saja ngemil, tetapi jangan sampai makanan pokoknya menjadi terabaikan.

Bagaimana caranya agar keduanya seimbang? "Kasih aturan misal, boleh ngemil kalau anak udah selesai sarapan. Jadi abis makan boleh ngemil sesuatu yang dia suka. Tapi ingat tetap harus dipilihkan ya camilannya," kata dr Diana kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Cemilannya pun dipilihkan yang sehat, seperti buah-buahan yang bisa dikemas dalam bentuk jus, es krim atau puding, terutama yang dibuat sendiri oleh orang tua.

Selain itu disarankan agar anak, utamanya yang masih di bawah usia 2 tahun, untuk tidak menonton televisi lebih dari dua jam dalam sehari.

Baca juga: Ketika si Kecil Lebih Doyan Ngemil Keripik Ketimbang Makan Nasi (lll/up)
News Feed