Senin, 21 Nov 2016 19:02 WIB

Metode Kanguru, 'Penghangat' Alami Ala Inkubator untuk Bayi Prematur

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Pemberian suhu yang hangat menjadi salah satu hal penting bagi bayi prematur. Selain dengan inkubator, cara lain yang bisa dilakukan ibu adalah dengan metode kanguru.

Menurut dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, bayi prematur memang harus berada di dalam inkubator untuk menyesuaikan dengan suhu di dalam perut ibu.

"Begitu tiba-tiba lahir, dia kan belum siap dan kedinginan, itu harus diposisikan di suhu tertentu. Selain dimasukkan ke inkubator, harus juga dikembalikan ke ibunya, skin to skin," ujar dr Rina dalam acara 'World Premature Day: Tiny in First, First at Last' di Aula RSCM Kirana Jakarta, Senin (21/11/2016).

Baca juga: Cuma 2 Jam per Hari, Metode Kanguru Bisa Tekan Kematian Bayi Prematur

Metode ini meniru binatang berkantung, kanguru, yang bayinya lahir sangat prematur, dan setelah lahir disimpan di kantung perut ibunya untuk mencegah kedinginan sekaligus mendapatkan makanan berupa air susu.

Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar yaitu adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu. Tubuh ibu akan menjadi pengatur suhu bagi bayinya, sehingga bayi menjadi hangat.

Selain menghangatkan bayi, metode kanguru juga diyakini baik bagi psikis bayi prematur. "Bayi prematur itu punya rasa cemas dan dia butuh ibunya. Masalah bayi prematur itu bukan cuma fisik, tapi juga psikis yang belum matang. Ditinggal sendirian terlalu lama di inkubator itu tidak baik, bayi juga buuh dipeluk agar dia tidak takut saat sendirian," imbuh dr Rina.

Dalam melakukan metode kanguru, posisikan bayi tegak di dada ibu, tepatnya di antara kedua payudara ibu. Usahakan tubuh dan kulit ibu menempel pada bayi, sehingga kontak bisa terjadi. Posisi bayi sebaiknya diamankan dengan menggunakan kain panjang atau pengikat lainnya.

Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri, dengan posisi sedikit tengadah. Posisi ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga agar saluran napas bayi tetap terbuka. Posisi ini juga memberi peluang agar terjadi kontak mata antara ibu dan bayi.

Baca juga: Manfaat Skin to Skin Contact Bagi bayi Baru Lahir (ajg/vit)
News Feed