Selasa, 10 Feb 2015 17:10 WIB

Di Hong Kong, Ada Bayi Baru Lahir yang 'Hamil' Kembar

- detikHealth
(Foto: Hong Kong Medical Journal)
Hong Kong -

Betapa kagetnya tim dokter yang membantu persalinan bayi asal Hong Kong ini. Bagaimana tidak, di bagian kiri perutnya terdapat semacam benjolan yang mencurigakan, sehingga bila dilihat sekilas bayi yang baru lahir ini seperti sedang berbadan dua.

Setelah diperiksa dengan seksama, bayi perempuan ini ternyata 'mengandung' kembarannya sendiri. Jadi janin yang seharusnya berkembang menjadi kembarannya tidak terbentuk dengan sempurna dan tertelan ke dalam tubuhnya.

Baca juga: Teknologi Makin Maju, Kelainan Bisa Dideteksi Sejak Janin di Kandungan

Namun yang ditemukan di dalam tubuh si bayi ada dua struktur sejenis janin yang tidak terbentuk sempurna. Keduanya terletak di antara liver dan ginjal kiri si bayi, yang satu seberat setengah ons dan satu lagi hanya sepertiga ons.

Hanya saja dalam Hong Kong Medical Journal dilaporkan bahwa masing-masing struktur telah memiliki dua tangan dan kaki, tulang belakang, termasuk sumsum tulangnya, usus, otak (meski masih primitif), tulang rusuk hingga tali pusar.

Bahkan tim dokter yang menemukan kasus ini mengungkap bahwa kedua janin dan si bayi mempunyai struktur DNA yang sama. Hal ini semakin menguatkan bukti bahwa sang ibu awalnya mengandung bayi kembar tiga identik, namun hanya satu bayi yang bisa selamat.

Lantas bagaimana kedua bayi bisa berada di dalam rahim saudaranya? Dari bagian-bagian tubuh yang ditemukan, tim dokter yakin bahwa keduanya 'tersedot' masuk ke tubuh saudara mereka di usia 10 minggu lebih sebelum akhirnya pertumbuhannya terhenti.

Sayangnya, peneliti tak mengetahui dengan pasti mengapa hanya satu bayi yang bisa lahir ke dunia. Dan bagaimana bisa kedua janin 'tersedot' masuk ke dalam tubuh saudari kembarnya.

Hal inilah yang mendorong tim dokter untuk membuat dua dugaan tentang kondisi yang terjadi pada bayi tersebut. Dugaan pertama, yang mereka temukan di tubuh si bayi bukanlah janin, melainkan teratoma atau sejenis tumor yang biasanya ditemukan pada wanita usia produktif.

Sedangkan dugaan kedua adalah bayi yang lahir seberat 4,08 kg itu mengalami 'fetus-in-fetu', atau kondisi di mana ada janin tumbuh dalam tubuh bayi. Namun prevalensi kondisi ini tergolong langka karena hanya terjadi pada satu dari 500.000 kelahiran.

"Kami tak dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi karena tim dokter tak mendeteksi adanya pertumbuhan dalam tubuh si bayi, terutama di lima minggu pertama kehamilan," tandas Dr Jane Corteville, dokter kandungan asal University Hospitals Case Medical Center, Cleveland, Ohio.

Apalagi Dr Corteville tidak melihat langsung keadaan si bayi meskipun ia bisa dibilang cukup pakar dalam hal teratoma dan fetus-in-fetu. "Lagipula fetus-in-fetu itu sangat langka, bahkan dalam 30 tahun karir saya, saya hanya baru melihatnya sekali," imbuhnya seperti dikutip dari ABC News, Selasa (10/2/2015).

Kondisi ini juga tidak diteliti lebih lanjut sebab pihak rumah sakit kemudian memutuskan untuk mengangkat kedua janin yang tak sempurna itu, dan baik sang ibu maupun bayinya sudah pulang ke rumah 8 hari pasca persalinan.

Baca juga: Hebat! Disebut Dokter Tak Bisa Punya Anak, Nenek Ini Kini Miliki 14 Anak

(lil/vit)