Sabtu, 21 Feb 2015 09:19 WIB

Kandungan Plastik Pengaruhi Pembentukan Genital Anak Laki-laki

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
New York -

Hampir semua hal yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan memengaruhi perkembangan bayi di rahim. Kini penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kandungan plastik di dalam tubuh ibu dapat memengaruhi perkembangan organ genital bayi laki-laki.

Bahan kimia pembentuk plastik bernama diethylhexyl phthalate (DEHP) telah sering diteliti dan banyak penelitian menemukan dampak negatif dari ekspos DEHP mulai dari gangguan otak, mental, dan risiko kanker.

Baca juga: Paparan Bahan Kimia Plastik Bisa Ganggu Otak Anak

Kini peneliti juga menemukan dampak DEHP lainnya, yaitu organ genital pada bayi laki-laki yang tak berkembang sempurna. Pemimpin studi, Shanna Swan, dari Rumah Sakit Mount Sinai di New York mengatakan perbedaan genital tersebut namun tidak terlalu kelihatan.

"Tidak ada suatu abnormalitas klinis atau yang benar-benar terlihat di antara anak-anak ini," ujar Swan kepada Live Science dan dikutip pada Sabtu (21/2/2015).

Dalam penelitian yang telah dipublikasi di jurnal Human Reproduction, Swan meneliti sekitar 700 kehamilan di Amerika Serikat dan menghubungkan antara tingkat DEHP dalam tubuh ibu pada trimester pertama dan kondisi genital bayi setelah lahir. Ia menemukan bayi laki-laki yang memiliki ekspos DEHP tinggi di dalam kandungan lahir dengan "anogenital distance" empat persen lebih pendek.

Anogenital distance adalah jarak antara anus dengan genital dan merupakan indikator dalam kesehatan reproduksi. Peneliti mengatakan jarak tersebut pada bayi laki-laki seharusnya 50 sampai 100 persen lebih panjang dibandingkan pada bayi perempuan yang berati jarak lebih pendek menandakan adanya ketidaksempurnaan maskulinisasi.

Tidak ada perbedaan ditemukan pada bayi perempuan terkait ekspos zat kimia plastik. Tes pada laboratorium sebelumnya menunjukkan DEHP dapat menghalangi produksi hormon seks pria pada testis.

DEHP mudah ditemukan pada parfum, lotion, bungkus makanan, dan produk untuk lantai. Meski sulit untuk sepenuhnya menghindari bahan kimia tersebut, Swan menganjurkan agar meminimalkan ekspos dengan mengurangi konsumsi makanan kemasan.

Baca juga: Paparan Bahan Plastik BPA Bikin Anak Perempuan Lebih Agresif

(up/up)