Malas Gendong Bayi? Pesan Dokter Ini Akan Mengubah Pikiran Anda

ADVERTISEMENT

Malas Gendong Bayi? Pesan Dokter Ini Akan Mengubah Pikiran Anda

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 14 Mei 2017 14:11 WIB
Foto: Ilustrasi/thinkstock
Surabaya - Meski 'hidup bersama' selama 9 bulan, ibu dan bayinya tetap harus melakukan berbagai hal yang bisa menguatkan bonding atau ikatan keduanya. Nyatanya, selain menyusui, ada juga kegiatan menggendong.

Menurut Dr dr Irwanto, SpA(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr Soetomo, ini karena dalam menggendong, ada stimulasi yang kuat pada indra sentuhan bayi.

"Karena ada skin to skin contact. Sama sebetulnya dengan memberikan ASI," tandasnya dalam Seminar Golden Period Development: Menggendong Bayi dengan Standar Ahli di RS Penyakit Tropis dan Infeksi Universitas Airlangga, Sabtu (13/5/2017).

Selain itu, di saat menggendong, bayi akan terus mencium aroma tubuh sang ibu, yang terbukti secara klinis tidak hanya menenangkan bayi, tetapi juga mengurangi tangisan dan membuat bayi lebih mudah tidur.

Baca juga: Pentingnya Mengecek Panca Indra Bayi Baru Lahir

Menggendong itu juga bagian dari pemberian stimulasi yang multisensori atau melibatkan seluruh panca indera yang ada. dr Irwanto mengatakan, stimulasi multisensori memang dibutuhkan agar bayi tumbuh optimal.

"Multisensori itu harus bersamaan, baik itu sentuhan kemudian penglihatan, pendengaran, penciuman sehingga terjadi percampuran dari stimulasi tersebut kemudian masuk ke otak, memberikan input sehingga mendorong anak-anak ini tumbuh sehat dan ceria," paparnya.

Ditambahkan dr Irwanto, ada sejumlah penelitian yang menyebut tingginya manfaat kontak antarkulit ibu dan bayi lewat menggendong. "Salah satunya, kalau kita gendong, ternyata kecenderungan bayi menangis itu menurun sekitar 82 persen dan detak jantungnya juga menurun, dibanding yang tidak skin to skin care," katanya.

Skala nyeri bayi yang sering digendong ternyata jauh lebih rendah daripada yang jarang digendong. Skala nyeri bisa diartikan sebagai kepekaan bayi terhadap rasa sakit. Makin sering digendong, makin rendah pula kepekaannya. Bayi yang sering digendong juga lebih mudah tertidur, bahkan meski ibunya menidurkannya sambil melakukan aktivitas lain.

"Tak hanya bagi bayi, ibunya juga akan merasakan manfaat dari menggendong. Pertama, kadar kortisol atau stresnya rendah dan denyut nadinya akan membaik. Bayinya juga begitu," imbuh dr Irwanto.

Baca juga: Waktu Paling Tepat Memberi Stimulasi Janin di Kandungan

Malas Gendong Bayi? Pesan Dokter Ini Akan Mengubah Pikiran AndaFoto: ilustrasi/thinkstock


Hanya saja, dokter yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang dan Belanda ini menegaskan, kendati sayang, jangan sampai anak menjadi ketergantungan pada kegiatan menggendong. Sebab sekali hal ini terjadi, anak benar-benar sulit dilepaskan dari kebiasaan tersebut. Ini juga berlaku untuk bayi yang sering diayun.

Orang tua pun disarankan untuk tidak menggendong bayinya terlalu lama, karena ini dapat mempengaruhi kemampuan motoriknya. dr Irwanto juga tidak sepakat bila orang tua langsung menggendong ketika anaknya menangis.

"Ini tidak boleh, biarkan mandiri. Jangan pula sering dititipkan neneknya, karena pasti neneknya lebih sayang dan jadi dikit-dikit digendong," pesannya. (lll/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT