Senin, 06 Jul 2020 07:35 WIB

WHO Ungkap Kronologi Terbaru Riwayat Penyebaran Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas kota Beijing, China kini mampu melakukan pemeriksaan virus Corona (COVID-19) terhadap nyaris 1 juta orang setiap harinya. WHO ungkap kronologi baru penyebaran virus Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui catatannya terkait kronologi awal krisis COVID-19. Mereka menyebut mendapatkan informasi mengenai virus ini dari kantornya yang berada di China, bukan oleh Pemerintah China sendiri.

Pada 9 April lalu, WHO menerbitkan rentang waktu awal wabah untuk menjawab kritik atas respons terhadap penanganan Corona. Dalam kronologi itu, WHO hanya mengatakan bahwa Komisi Kesehatan Kota Wuhan di Provinsi Hubei pada 31 Desember 2019 melaporkan kasus pneumonia. Tetapi, tidak disebutkan secara spesifik dari mana informasi itu berasal.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada konferensi pers 20 April lalu mengatakan laporan pertama kasus virus itu datang dari China, tanpa menyebutkan secara rinci apakah laporan tersebut dikirim dari otoritas China atau sumber lain.

Namun, kronologi baru yang diterbitkan minggu ini dibeberkan oleh organisasi itu dengan versi yang lebih rinci dari berbagai peristiwa. Dikutip dari MedicalXpress, kantor WHO di China pada 31 Desember disebut yang memberitahukan titik kontak regionalnya mengenai kasus 'pneumonia virus' itu.


Pada hari yang sama, layanan informasi epidemi WHO menerima laporan lain dari jaringan pengawasan epidemiologi internasional Promed, yang berbasis di Amerika Serikat. Laporan itu berisi tentang kasus pneumonia yang sama, dari penyebab yang belum diketahui di Wuhan.

Setelah itu, WHO meminta pihak berwenang China pada 1 dan 2 Januari untuk menginformasikan kasus-kasus ini. Tetapi, informasi tersebut baru disampaikan pada 3 Januari.

Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan, mengatakan pada konferensi pers di hari Jumat bahwa setiap negara memiliki waktu 24-48 jam untuk memverifikasi suatu peristiwa dan melaporkannya. Ryan menyebut otoritas China memang segera menghubungi WHO setelah diminta untuk memverifikasi laporan.

WHO pun dinilai gagal dalam menangani pandemi virus Corona oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia menganggap WHO terlalu dekat dengan China, hingga akhirnya menyetop bantuan dari AS untuk organisasi dunia tersebut.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)