Kamis, 26 Mei 2011 09:16 WIB

Usus Manusia Juga Bisa Malas

- detikHealth
Jakarta - Tidak hanya manusia saja yang bisa merasa malas untuk melakukan sesuatu, usus manusia pun bisa malas. Usus yang malas ini akhirnya membuat orang menjadi susah buang air besar (BAB).

"Susah BAB bisa disebabkan karena ususnya sendiri yang malas atau disebut dengan slow transit constipation," jelas dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti ditulis Kamis (26/5/2011).

Menurut dr Ari, konstipasi atau susah BAB secara patofisiologi dibagi menjadi konstipasi primer dan sekunder. Konstipasi primer merupakan konstipasi yang pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya kelainan organik dan biokimiawi, sedangkan konstipasi sekunder merupakan konstipasi yang disebabkan oleh suatu penyakit organik atau kondisi lain.

Konstipasi primer dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu:
  1. Konstipasi dengan waktu transit normal (konstipasi fungsional)
  2. Konstipasi dengan waktu transit lambat (slow transit constipation)
  3. Konstipasi karena disfungsi anorektal (dasar panggul).

"Konstipasi fungsional kecepatan (waktu transit) masih biasa, masih ada rasa mulas (sensasi ingin BAB) tapi nggak bisa dikeluarkan karena fesesnya keras," jelas dr Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia).

Waktu transit merupakan waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati saluran pencernaan mulai dari mulut hingga usus. Waktu transit normal bervariasi dari 15 hingga 20 jam, dengan waktu transit di usus besar 12 hingga 72 jam.

Menurut dr Ari, konstipasi fungsional adalah konstipasi yang paling umum ditemukan pada pasien. Gejalanya antara lain kembung, rasa tidak nyaman pada perut.

"Sedangkan slow transit constipation itu karena ususnya sendiri yang malas, jadi tidak ada rasa mulas (sensasi ingin BAB). Biasanya lebih sering ditemukan pada wanita muda. Kalau disfungsi dasar panggul biasanya terjadi pada wanita yang sering melahirkan, jadi otot dasar panggulnya lemah," ujar dr Ari.

dr Ari menjelaskan gejala usus malas atau slow transit constipation antara lain kembung, rasa tak nyaman pada perut dan tidak ada sensasi keinginan buang air besar.

Apa yang menyebabkan usus menjadi malas?

"Secara alamiah fungsi usus kita adalah normal, jadi slow transit tidak terjadi sejak lahir. Ada micro environment yang menyebabkannya," jelas dr Herry Djagat Purnomo, SpPD-KGEH, staf Sub Bagian Gastro-hepatologi, Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi FK UNDIP, Semarang.

Menurut dr Herry, faktor-faktor kebiasaan dan gaya hiduplah yang menyebabkan gerakan usus menjadi lambat atau istilahnya 'usus malas'.

"Kebiasaan yang seharusnya cukup olahraga jadi jarang olahraga. Yang tadinya cukup serat jadi jarang makan sehat. Faktor-faktor ini akhirnya merubah ekosistem mikro flora yang ada di usus," ujar dokter yang juga Ketua Kelompok Kerja Probiotik dalam Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (Pokja Probiotik-PGI).

Tapi dr Herry mengatakan bahwa konstipasi yang disebabkan oleh melambatnya gerakan usus ini bisa kembali normal bisa si penderita mau kembali pada pola hidup sehat, seperti olahraga teratur, cukup konsumsi serat, perbanyak minum air putih dan minum probiotik.






(mer/ir)
News Feed