Jumat, 08 Apr 2016 15:28 WIB

Dokter: Tak Semua Pasien Kanker Usus Besar Harus Gunakan Stoma Seumur Hidup

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu kekhawatiran pasien ketika akan jalani operasi kanker usus besar adalah keharusan menggunakan stoma seumur hidup. Padahal menurut dokter, pasien tidak perlu sekhawatir itu.

dr Eko Priatno SpB-KBD dari RS Pondok Indah-Puri Indah menjelaskan bahwa stoma adalah kantong yang digunakan sebagai tempat pembuangan feses. Penggunaan stoma memang perlu pada operasi kanker usus besar. Namun tidak semua pasien harus menggunakannya seumur hidup.

"Ketika operasi kan diangkat tumor di usus besarnya, lalu usus besarnya dijahit kembali untuk disambung. Nah, stoma ini digunakan agar kotoran (feses) tidak melewati sambungan tersebut untuk menghindari risiko kebocoran," urai dr Eko, dalam temu media di Plaza Senayan, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan.

Pada pasien kanker yang tumornya kecil atau letaknya jauh dari anus, stoma hanya digunakan selama kurang lebih tiga bulan. Setelah dokter merasa sambungan usus besar sudah maksimal dan pasien tidak mengalami gejala komplikasi lain, stoma bisa dicabut dan pasien bisa buang air seperti biasa.

Namun khusus pasien stadium lanjut yang juga menjalani pengobatan radiasi, stoma biasanya harus digunakan seumur hidup. Sebabnya, pengobatan radiasi membuat risiko kebocoran pada sambungan usus besar meningkat.

"Radiasi atau sinar itu kan memang baik, karena fungsinya mematikan sel kanker sehingga tumornya mengecil. Tapi hal ini juga membuat risiko kebocoran lebih tinggi," tuturnya.

Baca juga: Operasi Laparoskopi Tidak Tingkatkan Kekambuhan Penyakit Kanker Usus Besar

Stoma juga digunakan pada pasien yang letak tumor kanker usus besarnya berada di bagian bawah dekat anus. Jika tumor diangkat dan usus besar disambung, letaknya yang berada di bawah juga meningkatkan risiko kebocoran.

"Kalau tumornya dekat anus pasti sulit diselamatkan, karena anusnya pasti dipotong. Jadi pasien tidak bisa BAB normal lagi," ungkapnya.

Penggunaan stoma sangat penting bagi pasien kanker usus besar. Jika pasien tidak mau menggunakan stoma, maka kotoran yang melewati sambungan usus bisa bocor dan menyebar ke seluruh tubuh melalui jaringan pembuluh darah.

"Kalau bocor bahaya banget, risiko bisa kehilangan nyawa. Karena kotoran itu kan isinya bakteri, nanti menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan sepsis dan pasien bisa meninggal," tutupnya.

Baca juga: BAB Nyeri dan Berdarah, Tanda Wasir atau Kanker Usus Besar? (mrs/vit)
News Feed