Rabu, 12 Jul 2017 12:35 WIB

Lagi, Dua Studi Baru Buktikan Peminum Kopi Cenderung Panjang Umur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Dua studi terbaru lagi-lagi membuktikan jika peminum kopi cenderung panjang umur. (Foto: Ilustrasi/Getty Images) Dua studi terbaru lagi-lagi membuktikan jika peminum kopi cenderung panjang umur. (Foto: Ilustrasi/Getty Images)
Jakarta - Sudah ada beberapa studi yang mengatakan bahwa meminum kopi dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian. Namun dua temuan terbaru ini memberikan bukti tambahan tentang hal itu.

Studi pertama mendasarkan pengamatannya pada pola minum kopi lebih dari 185.000 orang Amerika selama 16 tahun. Meminum kopi secara rutin kemudian diktakan dapat menurunkan risiko kematian karena faktor apapun.

Bahkan makin banyak kopi yang diminum dalam sehari, makin tinggi manfaat yang dirasakan. Peneliti mencatat, mereka yang minum empat cangkir kopi dalam sehari berpeluang mengalami penurunan risiko kematian akibat sebab apapun sebanyak 18 persen dibandingkan yang tidak pernah minum kopi.

Dalam studi kedua yang melibatkan lebih dari 520.000 orang di 10 negara di Eropa selama 16 tahun juga ditemukan hal senada. Menariknya, keduanya telah mempertimbangkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi temuan mereka, seperti kebiasaan merokok.

Dikatakan salah satu peneliti, Marc Gunter dari School of Public Health, Imperial College London, kebiasaan merokok pada responden dilaporkan tidak berdampak terhadap efek positif kopi terhadap kematian.

Baca juga: 5 Manfaat Unik Minum Kopi: Bikin Berenergi dan Bakar Lemak

Ketua tim peneliti, Veronica Setiawan, yang juga ahli epidemiologi dari Keck School of Medicine, University of Southern Carolina menambahkan, studinya merupakan yang pertama mengungkapkan manfaat konsumsi kopi terhadap berbagai etnis dan ras.

Nyatanya minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan, stroke, diabetes dan penyakit ginjal, di semua kelompok etnis, termasuk Afro-Amerika, Kaukasia, Jepang-Amerika dan Latin.

"Sebab temuannya konsisten dengan studi-studi sebelumnya yang hanya mengamati populasi kulit putih di Amerika. Padahal mereka pasti memiliki gaya hidup, pola makan dan tingkat kerentanan yang berbeda-beda, tapi nyatanya kami tetap menemukan pola yang sama," tandas Setiawan seperti dilaporkan CNN.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein dapat dikaitkan dengan umur panjang. Ini berarti manfaat minum kopi tidak sebatas karena kandungan kafeinnya, meski fakta ini masih harus digali lagi.

Diyakini kopi mengandung banyak bahan bioaktif, termasuk yang memiliki efek antioksidan yang telah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan.

"Artinya kita bisa memasukkan kopi ke dalam gaya hidup sehat. Sebab dari studi-studi yang sudah ada juga terbukti minum kopi bagi sebagian besar masyarakat tidak menimbulkan bahaya dalam jangka panjang," tutup Setiawan.

Baca juga: Cara Sehat Minum Kopi Menurut Ahli Gizi: Tanpa Tambahan Apapun (lll/up)
News Feed