Jumat, 27 Okt 2017 13:35 WIB

Korban Selamat Kebakaran Pabrik Kembang Api Perlu Waspada Edema Laring

Firdaus Anwar - detikHealth
Salah satu korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi (Foto: Istimewa) Salah satu korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi (Foto: Istimewa)
Jakarta - Pada Kamis (26/10) pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang, meledak secara tiba-tiba. Tragedi ini terakhir tercatat menewaskan hingga 47 orang dengan 46 lainnya mengalami luka-luka.

Kebanyakan dari korban yang tengah dirawat mengalami luka bakar. Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan kondisi luka bakar yang diderita korban bervariasi antara 30-90 persen.

Baca juga: Polisi: Pabrik di Kosambi yang Meledak Produksi Kembang Api

Terkait hal tersebut spesialis paru dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan bahwa korban kebakaran pabrik kembang api perlu waspada juga terhadap risiko edema laring. Hal ini terjadi ketika saluran napas tertutup akibat trauma yang ditimbulkan udara panas.

"Justru yang selamat ada kemungkinan edema tertutup saluran napasnya. Edema laring," kata dr Frans kepada detikHealth, Jumat (27/10/2017).

"Dia (korban -red) kan napas, asapnya panas. Jadi seperti trauma gas suhu tinggi. Mukosa jalan napas yaitu lapis teratas terjadi inflamasi dan bengkak atau edema. Hati-hati 72 jam pertama," lanjutnya.

Keterangan polisi sendiri menyebut dari 46 korban luka-luka saat ini tinggal tersisa 28 orang yang masih dirawat. Sebanyak 7 orang di antaranya perlu perawatan intensif karena kondisi luka yang cukup parah.

"Yang di RSUD 7 orang pasien, kondisinya butuh perawatan intensif," ujar Harry.

Baca juga: Belajar dari Ledakan Kosambi, Ini Langkah Tangani Korban Luka Bakar (fds/up)
News Feed