Jumat, 27 Okt 2017 19:35 WIB

Masih Banyak yang Keliru, Jangan Taruh Es Pada Luka Bakar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Dinginnya es dapat menghambat aliran darah ke luka sehingga sembuhnya pun lama. (Foto: Getty Images) Dinginnya es dapat menghambat aliran darah ke luka sehingga sembuhnya pun lama. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Sebanyak 46 korban selamat mengalami luka bakar yang cukup serius pasca peristiwa ledakan pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Luka bakar yang dialami tentu memerlukan penanganan medis secara intensif.

Jika terjadi kasus serupa, untuk pertolongan pertama pada luka bakar, yang bisa dilakukan adalah mendinginkan luka dengan air atau bisa juga menyiram luka tersebut dengan air mengalir. Memang benar demikian, hanya saja karena mungkin ingin lebih dingin dan cepat meminimalisir, pada beberapa orang terkadang mencoba menggunakan es. Akan tetapi hal tersebut justru keliru.

Menurut dokter spesialis kulit dari klinik D&I Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, jangan menaruh es pada luka bakar. Sebab suhu dingin pada es tersebut dapat menghambat proses pemulihan luka.

"Sebaiknya jangan menaruh es pada luka bakar, karena dingin es dapat menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah atau mengempes, sehingga aliran darah berkurang ke area luka bakar," ujar dokter asal Denpasar, Bali, saat dihubungi detikHealth.

Baca juga: Ledakan Kosambi, Begini Pertolongan Pertama pada Korban Luka Bakar Parah

"Untuk mengurangi nyeri pada luka bakar bisa menggunakan obat minum seperti asam mefenamat," tambah dr Darma.

dr Darma menyebut, aliran darah yang lancar berfungsi untuk mengalirkan nutrisi yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka bakar.

Baca juga: Korban Selamat Kebakaran Pabrik Kembang Api Perlu Waspada Edema Laring (hrn/fds)
News Feed