Selasa, 28 Nov 2017 19:05 WIB

Pertolongan Pertama Jika Mengalami Sesak Napas Akibat Menghirup Abu Vulkanik

Suherni Sulaeman - detikHealth
Pertolongan pertama sesak napas akibat menghirup abu vulkanik/Foto: Thinkstock Pertolongan pertama sesak napas akibat menghirup abu vulkanik/Foto: Thinkstock
Jakarta - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung, Bali tentu saja memberi dampak pada kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Tak sedikit pula masyarakat yang tinggal di daerah sekitar bencana rentan mengalami sesak napas. Lantas, bagaimana pertolongan pertama jika seseorang mengalami sesak napas akibat menghirup abu vulkanik?

"Pertama kali kita evakuasi penduduk atau pasien tersebut ke daerah yang lebih aman. Kita jauhkan dari sumber debu vulkanik. Kedua, kita pakaikan masker. Ketiga, kita pakaikan oksigen," tutur dr Boedi Swidarmoko, SpP(K), spesialis paru dari Mayapada Hospital kepada detikHealth.

Kemudian lanjut dr Boedi, lakukan terapi inhalasi dengan alat nebulizer dan berikan obat-obatan yang bisa mencegah peradangan dan melebarkan saluran napas sehingga sesak napas bisa segera diatasi.

Baca juga: Uhuk-uhuk.. Batuk Akibat Abu Vulkanik Bisa Diatasi dengan Cara Ini

"Setiap ada bencana misalnya kebakaran hutan. Kami dari pihak Perhimpunan Dokter Paru Indonesia di seluruh Indonesia itu mengirimkan tim ke daerah bencana dengan membawa peralatan-peralatan seperti portable oksigen, alat nebulizer berikut obat-obatnya," imbuh dr Boedi.

dr Boedi menegaskan, jika belum ada klinisi atau tenaga medis yang menangani pasien, maka seseorang bisa mengungsikan pasien tersebut ke tempat yang lebih aman dahulu kemudian memakaikannya masker dan mencari klinik-klinik yang memiliki fasilitas oksigen.

"Jadi untuk yang alat nebulizer itu nanti, kita rujuk atau kita minta bantuan dari tim medis untuk menangani atau mendatangkan alat itu," ujar dr Boedi.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Paru dan Penanganannya


(hrn/up)
News Feed