Selasa, 26 Des 2017 08:05 WIB

Waspadai Rhabdomyolysis, Ketika Olahraga Berlebihan Mengancam Ginjal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Meski olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran, bukan berarti harus dilakukan secara berlebihan. Seorang perempuan di Inggris mengalami efek samping mengerikan gara-gara memaksa ototnya bekerja terlalu keras.

Perempuan bernama Amelia Burns tersebut menjalani rutinitasnya berolahraga pada September silam, dengan menu angkat beban. Dilaporkan Dailymail, ia terlalu memaksakan diri ketika melakukan latihan otot lengan.

Hari itu juga, perempuan 30 tahun tersebut mengalami bengkak yang tidak biasa dan disertai kelemahan otot, hingga lengannya berubah seperti jelly. Burns pingsan dan keluhan di otot lengannya berlanjut hingga beberapa hari kemudian.

Di rumah sakit, Burns didiagnosis mengalami rhabdomyolysis. Kondisi yang bisa disebabkan oleh olahraga berlebihan disebut-sebut cukup serius dan bisa memicu gagal ginjal atau bahkan kematian.

Dikutip dari WebMD, rhabdomyolysis terjadi karena rusaknya serat-serat otot yang kelelahan. Serat-serat otot tersebut menghancurkan diri, dan pecahannya masuk ke pembuluh darah lalu mengendap di ginjal.

Baca juga: Walau Langka, Rusaknya Sel Otot Akibat Kelelahan Bisa Berdampak Fatal

Waspadai Rhabdomyolysis, Ketika Olahraga Berlebihan Mengancam GinjalFoto: thinkstock


Awal tahun lalu, tiga orang pemain football di University of Oregon mengalami kondisi ini setelah menjalani latihan keras bergaya militer. Kelelahan otot secara ekstrem terjadi ketika mereka harus push up selama 1 jam nonstop.

Walau terhitung langka, risiko rhabdomyolysis perlu diwaspadai ketika terlalu bersemangat olahraga. Sangat penting untuk mengenali batas kemampuan fisik, dan tidak memaksakan diri jika intensitas olahraga sudah berlebihan.

Baca juga: Terlalu Keras Olahraga, Gadis Ini Kena Gangguan Otot Langka

(up/up)
News Feed