Sabtu, 27 Jan 2018 18:47 WIB

Dua Sisi Rokok Elektrik: Buat Perokok Lebih Sehat Vs Gerbang Perokok Muda

Firdaus Anwar - detikHealth
Rokok elektrik diklaim bisa membantu berhenti merokok tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai gerbang perokok baru. (Foto: Ilustrasi/Rengga Sancaya) Rokok elektrik diklaim bisa membantu berhenti merokok tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai gerbang perokok baru. (Foto: Ilustrasi/Rengga Sancaya)
Jakarta - Potensi manfaat dan bahaya dari rokok elektrik hingga saat ini masih jadi perdebatan. Beberapa studi melihat bahwa rokok elektrik bisa memberikan manfaat pada perokok konvensional yang ingin berhenti namun ada juga yang menyebut bahwa rokok elektrik dapat menjadi gerbang munculnya perokok baru.

Dalam laporan terbaru pada Selasa (23/1) yang dipublikasikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), peneliti dari National Academies of Sciences, Engineering and Medicine mengaku belum bisa memberikan konsensus.

Setelah mengkaji 800 studi disebut ada bukti "substansial" bahwa anak muda yang mencoba rokok elektrik akan berkemungkinan menjadi perokok di kemudian hari. Sementara itu, ada bukti "terbatas" bahwa rokok elektrik merupakan alat efektif untuk membantu perokok berhenti.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Mulut Perokok Konvensional Vs Perokok Elektrik

Dr drg Amaliya Msc, PhD, dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mengatakan memang sebaiknya rokok elektrik hanya disarankan untuk perokok saja. Tujuannya minimal untuk mengurangi dampak paparan dari zat berbahaya yang ada di rokok konvensional.

"Ini kan konsepnya harm reduction," ujar Amaliya dalam acara Talkshow Polemik Asap Vs Uap di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

"Jadi jangan sampai orang yang belum pernah merokok jadi ikut-ikutan. Kalau bisa kita menurunkan risiko dari perokok jadi vaper bukan non-perokok jadi perokok atau mulai merokok," lanjutnya.

Laporan yang sama pada FDA menyebut dari 800 studi ditemukan bukti "konklusif" bahwa rokok elektrik mengandung zat yang berbahaya.

Namun ada juga bukti yang "sama kuat" bahwa kandungan zat di rokok elektrik tidak lebih berbahaya dari rokok konvensional.

Baca juga: Rokok Konvensional Vs Elektrik, Mana Lebih Berisiko Picu Kanker Paru? (fds/lll)
News Feed