Rabu, 14 Feb 2018 11:23 WIB

Alternatif Redakan Nyeri Tanpa Obat: Berenang di Air Es

Firdaus Anwar - detikHealth
Berenang saat musim dingin mungkin bisa membantu redakan nyeri. (Foto ilustrasi: Marlinda Oktaviani/detikcom) Berenang saat musim dingin mungkin bisa membantu redakan nyeri. (Foto ilustrasi: Marlinda Oktaviani/detikcom)
Jakarta - Rasa nyeri bisa datang karena berbagai sebab dan kadang tidak bisa dihindari seperti misalnya saat kita sedang dalam masa pemulihan dari sakit atau operasi. Untuk itu dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri tapi tidak semua pasien bisa mendapat reaksi baik.

Nah bagi mereka yang masih merasa nyeri juga mungkin dapat mencoba alternatif lain yaitu dengan berenang atau mandi air es. Peneliti dalam jurnal BMJ Case Reports melihat bahwa cara ini setidaknya efektif bagi satu atlet triatlon.

dr Tom Mole dari University of Cambridge dalam jurnal melaporkan bahwa atlet yang identitasnya dirahasiakan tersebut menjalani operasi untuk mengurangi gejala flushing (kulit merona merah) berlebih. Operasi berjalan lancar namun ia mengalami nyeri yang tak kunjung hilang.

Baca juga: 6 Manfaat Mandi dengan Air Dingin untuk Kesehatan

Terapi konvensional tidak bisa meredakan nyeri tersebut dan fisioterapi malah membuat semakin parah.

Tak ingin menyerah sebagai seorang atlet triaton ia memutuskan untuk tetap melanjutkan latihan dengan berenang di alam terbuka dengan suhu dingin.

"Saya awalnya berpikir 'ya ampun ini dingin sekali, saya bisa mati' dan mencoba terus berenang," ujar sang atlet seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/2/2018).

"Saat di air itu penglihatan saya jadi fokus. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir saya benar-benar lupa tentang rasa sakit di dada ketika saya mencoba bergerak," lanjutnya.

Peneliti percaya bahwa ini adalah kasus pertama yang didokumentasikan. Meski terapi mandi air es sendiri memang sudah lama diterapkan di dunia olahraga untuk membantu para atlet meredakan nyeri.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan berenang di air es dapat meredakan nyeri sang atlet. Teori populer adalah shock akibat suhu dingin dan rasa takut tenggelam memengaruhi sistem saraf tubuhnya untuk tidak mempedulikan rasa nyeri.

Peneliti menekankan karena ini masih satu kasus masih perlu studi lebih lanjut untuk benar-benar melihat manfaatnya. Berenang di air es tidak bisa dilakukan semua orang karena ada risiko besar untuk terkena hipotermia.

Baca juga: 4 Manfaat Kebiasaan Minum Air Dingin untuk Kesehatan (fds/up)
News Feed