Senin, 19 Feb 2018 18:35 WIB

Penjelasan Peneliti Kenapa Manusia Tidak Bertelur

Firdaus Anwar - detikHealth
Bisakah manusia bertelur? (Foto: Yahya Maulana/detikcom) Bisakah manusia bertelur? (Foto: Yahya Maulana/detikcom)
Jakarta - Kabar ada remaja laki-laki asal Gowa, Sulawesi Selatan, yang bisa bertelur membuat heboh. Dokter menyebut bahwa ini kemungkinan kasus corpus alienum atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh karena tidak mungkin laki-laki bertelur.

Sebagai satu spesies manusia juga pada dasarnya adalah hewan mamalia yang melahirkan. Menurut peneliti sejarah genetik menunjukkan bahwa mamalia tidak lagi bertelur sejak jutaan tahun yang lalu. Penyebabnya karena kemunculan fragmen gen yang menghilangkan proses bertelur di rahim.

Baca juga: Remaja di Gowa yang 'Bertelur' Didiagnosis Corpus Alienum, Apa itu?

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa mekanisme utama yang menjadi awal mula munculnya kehamilan adalah karena perekrutan gen yang diekspreksikan pada sistem organ dan jaringan lain," kata salah satu peneliti, Vincent Lynch, dari University of Chicago seperti dilansir Daily Mail.

Dengan proses melahirkan mamalia memiliki keuntungan dibandingkan hewan lain yang bertelur. Embrio hewan mamalia bisa lebih terlindungi dari faktor eksternal yang bisa memengaruhinya karena berkembang di dalam tubuh sang induk.

Pada manusia, lamanya kehamilan sekitar sembilan bulan memberikan waktu untuk janin mengembangkan otak dan sistem saraf yang kompleks sebelum lahir ke dunia. Bila manusia bertelur tentunya hal tersebut akan sulit dicapai.

Sementara itu untuk hewan yang bertelur punya keuntungan bisa menghasilkan keturunan lebih banyak dalam satu waktu karena embrio berkembang di luar tubuh.

Baca juga: Fenomena Manusia 'Bertelur' yang Tak Selalu Bisa Dijelaskan (fds/up)
News Feed