Kamis, 01 Mar 2018 12:38 WIB

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik di Balik Tinggi Badan Chewbacca yang Ekstrem

Firdaus Anwar - detikHealth
Chewbacca dengan tubuh tinggi penuh bulu. (Foto: Dok. Gettyimages) Chewbacca dengan tubuh tinggi penuh bulu. (Foto: Dok. Gettyimages)
Jakarta - Chewbacca adalah salah satu tokoh fiksi dalam serial Star Wars yang digambarkan sebagai mahluk tinggi penuh bulu. Aktor Peter Mayhew yang bertanggung jawab di balik sosok Chewbacca diketahui memiliki tinggi tubuh sampai 221 sentimeter (cm).

Tapi yang mungkin tidak diketahui banyak orang, tubuh tinggi Peter sebetulnya karena sebuah kondisi genetik yang disebut sindrom Marfan. Karakteristrik individu dengan sindrom ini adalah dirinya memiliki tubuh, tangan, dan kaki yang terlihat panjang karena ada gangguan jaringan ikat.

Baca juga: Cerita Aktor Javier Botet, Sukses Jadi 'Monster' Berkat Kondisi Genetik

Sindrom Marfan dapat diturunkan ke anak-anak dan pada kasus Peter kondisi ini sepertinya malah jadi hal yang mendorong kesuksesannya di dunia hiburan.

Seorang penyair Andy Jackson dari Australia yang juga hidup dengan sindrom Marfan berkomentar bahwa tantangan terbesar adalah menjaga fungsi jantung. Orang-orang dengan sindrom ini diketahui sangat rentan untuk terkena komplikasi sehingga membuat rata-rata usia harapan hidupnya pendek.

"Ketika saya pertama kali didiagnosa ada omongan bahwa orang dengan Marfan hanya hidup sampai usia 30 hingga 40 tahun," kata Andy seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (1/3/2018).

"Sekarang situasinya sudah berbeda karena ada beta blocker, obat yang bisa membantu menurunkan detak jantung sehingga menurunkan beban kerjanya," lanjut Andry.

Karena kerentanan fisik tersebut, orang-orang dengan sindrom Marfan tidak disarankan untuk berolahraga berat yang dapat membebani jantung.

Baca juga: Potret Monster yang Diperankan Javier Botet, Si Penyandang Sindrom Marfan

(fds/up)
News Feed