Rabu, 14 Mar 2018 11:35 WIB

Stephen Hawking, Bergelut Melawan Penyakit Saraf ALS Sampai Akhir Hayat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ilmuwan ternama sekaligus ahli fisika Stephen Hawking meninggal dunia. Hawking merupakan pengidap ALS yang lumpuh sejak masih muda. Foto: internet Ilmuwan ternama sekaligus ahli fisika Stephen Hawking meninggal dunia. Hawking merupakan pengidap ALS yang lumpuh sejak masih muda. Foto: internet
Jakarta - Ilmuwan ternama sekaligus ahli fisika Stephern Hawking meninggal dunia. Berdasarkan pengakuan keluarga, Hawking meninggal di usia 76 tahun.

Penelitiannya tentang black hole dan teori gravitasi diakui sebagai yang terdepan. Pria kelahiran Oxford, Inggris, ini menulis buku A Brief History of Time yang disebut sebagai buku sains terbaik dalam sejarah.

"Kami sangat berduka karena ayah kami meninggal hari ini. Ia adalah ilmuwan yang hebat, dan penelitiannya akan terus hidup hingga bertahun-tahun ke depan," ungkap pernyataan dari pihak keluarga, dikutip dari BBC.



Stephen Hawking merupakan pengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS), penyakit yang menyerang saraf motorik otak dan tulang belakang. Akibatnya, Hawking sudah harus mengalami kelumpuhan di usia muda.

Namun penyakit yang dialaminya tidak membuat Hawking putus asa. Meski harus berada di kursi roda dan berbicara menggunakan program khusus, pikirannya tetap jernih dan menghasilkan berbagai penelitian, terutama soal teori luar angkasa dan teori waktu.



"Kami akan sangat merindukannya. Dunia tidak akan menjadi rumah bagi manusia jika tidak ada orang yang kamu cintai di dalamnya," ungkap keluarga.






(mrs/up)
News Feed