Rabu, 14 Mar 2018 13:30 WIB

4 Dari 10 Remaja Perempuan Malas Ganti Pembalut Saat Haid, Ini Alasannya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Menstruasi merupakan proses biologis yang normal bagi perempuan. Dan hal paling penting dalam menjaga kesehatan menstruasi adalah kebersihan, baik dari pemakaian pembalut maupun area kewanitaan kita.

Entah mengapa, di Indonesia proses alamiah perempuan ini masih dianggap tabu dan memalukan. Hasil riset Burney Institute tahun 2015 terhadap 1.159 murid perempuan di Indonesia, menemukan bahwa ada 4 dari 10 anak perempuan yang tidak tahu cara menjaga kebersihan pada saat menstruasi.

"Padahal, darah merupakan media paling baik bagi kuman untuk tinggal," kata dr Botefilia Budiman, SpOG, KFER, perwakilan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, saat memberikan sambutan pada Press Briefing Peluncuran Buku Saku 'Sehat dan Bersih Saat Menstruasi' di SMP 115, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018)

"Jadi kalau pakai pembalut enggak diganti-ganti bisa pesta pora kumannya dan berefek macam-macam," lanjutnya. dr Botefilia menyarankan untuk mengganti pembalut tiap 3-6 jam sekali saat menstruasi agar terhindar dari infeksi dan penyakit genitalia.


Saat ditanyakan kepada sekitar 50-an siswi kelas 7 SMP 115 yang hadir pada acara tersebut, sebagian besar mengaku jarang mengganti pembalutnya dalam jarak waktu tersebut. Bahkan ada yang rela menahan kencing karena malas mengganti pembalutnya.

"Dari menahan kencing itu saja bisa menyebabkan infeksi saluran kencing," lanjut dr Botefilia. Selain itu, toilet yang tidak bersih juga menjadi alasan lain remaja perempuan menunda ganti pembalut.


Oleh karena itu, diharapkan juga oleh Kasubdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Kristina Manurung, melalui buku saku ini para remaja perempuan dapat memahami apa itu menstruasi dan pentingnya menjaga kebersihan diri saat menstruasi supaya terhindar dari penyakit. (Frieda Isyana Putri/up)
News Feed