Rabu, 14 Mar 2018 13:49 WIB

Pengidap ALS Berumur Panjang Seperti Stephen Hawking Termasuk Langka

Muhamad Reza Sulaiman, Aisyah Kamaliah - detikHealth
Pakar saraf mengatakan pengidap ALS yang berumur panjang seperti Stephen Hawking termasuk langka. Foto: Reuters Pakar saraf mengatakan pengidap ALS yang berumur panjang seperti Stephen Hawking termasuk langka. Foto: Reuters
Jakarta - Fisikawan ternama Stephern Hawking meninggal di usia 76 tahun. Terkenal karena penelitiannya soal black hole dan teori waktu, Stephen Hawking juga merupakan pengidap penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Hawking didiagnosis mengidap ALS di usia 21 tahun. Kasus ALS yang terjadi saat muda dikatakan pakar tergolong langka, termasuk pengidapnya yang bisa bertahan hidup lebih dari 50 tahun seperti Hawking.


"Penyakit ini umumnya muncul pada usia middle age, 50 tahun ke atas ya, bukan muncul pada usia muda," ujar dr Frandy Susatia, SpS, dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, saat dihubungi detikHealth.

"Dan ditambah, hanya 10 persen yang mampu bertahan hidup lebih dari 10 tahun dengan penyakit ini," tambahnya lagi.

Saat pertama kali didiagnosis mengidap ALS pada tahun 1963, Hawking diprediksi hanya akan hidup selama 2 tahun. Pakar neurologi sekaligus direktur medis ALS Center University of Pennsylvania, dr Leo McCluskey, mengatakan terserang ALS di usia muda yang membuat Hawking bisa memiliki umur panjang.

Positif terdiagnosis ALS saat masih muda menandakan penyakit ALS yang dideritanya berkembang sangat lambat. Berbeda dengan pasien ALS yang didiagnosis di usia 50 atau 60 tahun, yang penyakitnya bisa berkembang sangat cepat.


"Pasien di klinik kami yang didiagnosis di usia muda, banyak yang hidup hingga usia 40-an, 50-an hingga 60-an. Di sisi lain jika ALS menyerang di usia tersebut, risiko kematian dalam waktu 2 dan 3 tahun lebih besar," ujarnya, dikutip dari laman Scientific American.

Faktor lainnya adalah perawatan intensif dan maksimal yang diberikan pada Hawking. dr McCluskey mengatakan banyak intervensi medis yang kini memungkinkan pasien ALS memiliki angka harapan hidup lebih baik.

"Untuk bernapas, bisa jadi ia menggunakan ventilator. Sulit menelan karena saraf tidak berfungsi, ada selang yang bisa memasukkan makanan, yang membuat risiko malnutrisi dan dehidrasi hilang," pungkasnya.



(mrs/up)
News Feed