Rabu, 14 Mar 2018 15:04 WIB

Peneliti: Benci Atasan? Boneka Voodoo Bisa Membantu

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Boneka voodoo mungkin lebih dikenal di belahan bumi Barat. Kalau di masyarakat kita, boneka voodoo tak ubahnya ilmu santet. Dan di masyarakat modern, praktik ilmu hitam seperti ini sebenarnya sudah banyak ditinggalkan.

Namun siapa sangka, sejumlah penelitian ilmiah malah menyebut penggunaan boneka voodoo dapat membantu para pekerja yang merasa tersakiti oleh atasannya.

Penelitian yang dilakukan terhadap 229 pekerja di AS dan Kanada itu menemukan, melampiaskan kekesalan atau amarah pada hal simbolik seperti ini dapat menurunkan rasa ketidakadilan yang mereka alami, bahkan hingga sepertiganya.

Cara ini dikatakan lebih baik daripada pekerja memendam kemarahannya yang kemudian dapat berujung pada stres hingga risiko depresi serta gangguan kecemasan.


Saat penelitian berlangsung, partisipan menggunakan sebuah program boneka voodoo interaktif bikinan Dumb.com. Dalam program itu, pengguna dapat menempelkan nama atasannya ke sebuah boneka voodoo yang menjadi target utama. Setelah itu mereka bisa memilih 3 upaya 'balas dendam', yaitu menusuknya dengan pin, membakarnya dengan api dari lilin atau mencubitnya dengan tang.

Kemudian partisipan diminta mengingat-ingat dan memvisualisasikan interaksi di tempat kerja yang menunjukkan adanya tindakan tidak menyenangkan dari atasan. Saat itu juga mereka dipersilakan untuk melampiaskan kekesalan yang muncul dengan program boneka voodoo interaktif tadi, sembari diminta menyelesaikan permainan kata.

Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok: yang menggunakan boneka voodoo dan tidak. Ternyata partisipan yang menggunakan boneka voodoo terbukti merasa lebih plong dan menyelesaikan permainan kata dengan lebih baik.


"Memang terdengar aneh tetapi kami menemukan cara yang simpel dan tidak berbahaya untuk 'balas dendam' yang bisa membuat seseorang merasa mendapatkan keadilan yang diinginkannya," jelas Prof Lindie Liang dari Lazaridis School of Business and Economics, Wilfrid Laurier University, Ontario.

Liang menambahkan balas dendam memang dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Akan tetapi banyak pula yang mengesampingkan besarnya manfaat 'pelampiasan' ini dari kacamata 'korban'.

"Bahkan tak harus boneka voodoo. Secara teori, apapun yang bisa dijadikan simbol misal melempar anak panah ke foto atasan itu juga bisa," lanjutnya seperti dilaporkan Telegraph.

Upaya ini, menurut Liang, dirasa dapat meningkatkan kondisi psikis pekerja. "Ini juga bermanfaat bagi perusahaan karena keadilan atau perlakuan yang baik dari atasan itu penting untuk performa dan kesejahteraan pekerja," tutupnya.

(lll/up)
News Feed