Jumat, 16 Mar 2018 20:03 WIB

Hari Tidur Sedunia

Bisa Sebabkan Kematian, Ini 4 Hal yang Wajib Diketahui Soal Ngorok

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Ngorok atau mendengkur terjadi bukan karena kelelahan beraktivitas. Ngorok juga bukan penanda bahwa tidur seseorang nyenyak dan pulas.

dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakan ngorok terjadi karena adanya penyempitan saluran napas saat tidur. Berkurangnya aliran udara yang masuk ke saluran pernapasan membuat suplai oksigen ke tubuh berkurang, dan merupakan tanda awal penyakit obstructive sleep apnea.


"Obstructive sleep apnea merupakan kejadian berhentinya napas lebih dari 10 detik yang terjadi secara berulang sepanjang seseorang tidur. Hal ini sangat membahayakan karena OSA dapat mengakibatkan kematian mendadak saat tidur," tulis dr Agus dalam rilis yang diterima detikHealth.

Bertepatan dengan momen Hari Tidur Sedunia hari ini, ada beberapa hal penting yang wajib diketahui soal ngorok karena obstructive sleep apnea. Apa saja?


1. Gejala awal

Gangguan tidur akibat obstructive sleep apnea antara lain ngantuk yang luar biasa di siang hari. Selain itu, pengidapnya juga merasa letih, lesu, produktivitas menurun, konsentrasi terganggu, sakit kepala saat pagi hari, gelisah, tekanan darah tinggi hingga impotensi.

2. Risiko komplikasi

dr Agus mengatakan obstructive sleep apnea bisa menyebabkan beragam komplikasi penyakit, di antaranya hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, dislipidemia, dan kecelakaan lalu lintas.

3. Kelompok paling berisiko

Laki-laki usia menengah dikatakan paling banyak mengidap obstructive sleep apnea. Pada umumnya, faktor penyebab obstructive sleep apnea adalah kegemukan dan obesitas. Selain itu, bentuk leher yang besar dan wanita menopause menjadi faktor risiko OSA.

4. Bisa terjadi pada anak

Kelainan bawaan sejak lahir seperti rahang bawah yang mengecil, anak tekak lidah yang terlalu panjang, bentuk lidah yang besar dan lebar bisa menyebabkan obstructive sleep apnea pada anak-anak.

5. Menghilangkan ngorok

Menjaga pola hidup sehat dengan tidak merokok dan minuman keras, serta menjaga berat badan tidak berlebih bisa mencegah terjadinya ngorok karena obstructive sleep apnea.

Cara lain yang bisa digunakan adalah tidur dengan posisi miring atau gunakan bantal yang lebih tinggi. Jika tidak berhasil, dokter akan menganjurkan pemakaian CPAP (continuous positive airway pressure) untuk mengalirkan udara ke saluran napas. (mrs/up)
News Feed