Selasa, 20 Mar 2018 10:07 WIB

Gowa Siap Jadi Percontohan Penanganan Penyakit Kusta

Suherni Sulaeman - detikHealth
Gowa siap jadi percontohan penangan kusta. Foto: Thinkstock Gowa siap jadi percontohan penangan kusta. Foto: Thinkstock
Kab Gowa - Kusta merupakan penyakit yang spesifik. Secara klinis masa inkubasinya lama, pasien kadang tidak sadar kalau ia kena. Kemudian secara kultural dan secara sosial masyarakat punya pemahaman yang keliru pada penyakit ini. Ditambah pemahaman pemerintah bersama stakeholder lainnya juga masih perlu dibetulkan.

"Sampai sekarang pemerintah kita masih sangat berkutat pada kebijakan dan program yang kuratif. Kebijakan yang terkait dengan preventif dan promotif itu masih sangat kurang," kata Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa, Drs H Muchlis, SE, MSi, dalam penerimaan Kunjungan Duta WHO, Yohei Sasakawa, di Kantor Bupati Gowa.

"Nah untuk itu pemerintah daerah harus mengambil inisiatif untuk menarik penduduknya berobat, setir untuk lebih banyak ke preventif dan promotif," sambung Muchlis.

Oleh karena itu, imbuh Muchlis, upaya untuk menjelaskan bagaimana sifat penyakit ini, sosialisasi ke masyarakat menjadi perhatian. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi serta kerjasama dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD.

"Alhamdulillah berdasarkan identifikasi di lapangan disadari kita butuh sebuah peraturan yang akan mengikat semua elemen untuk melakukan eliminasi kusta. Oleh karena itu kita memiliki peraturan daerah," pungkasnya.

"Dan alhamdulillah oleh Permata bersama lainnya sudah duduk sama-sama untuk membahas turunan daripada peraturan daerah," tutur Muchlis.


Disampaikan ia, dari Permata (Perhimpunan Mandiri Kusta) sudah melakukan kegiatan Ketuk Pintu, Aisyiah Muhammadiyah sudah melakukan kegiatan Sare Bayao, kalimat yang sangat akrab di telinga masyarakat yang identik dengan meningkatkan nutrisi dan gizi masyarakat.

"Dibuktikan dengan pemberian satu rak telur untuk satu rumah tangga yang mengalami penyakit TB dan kusta," ujar pria berkacamata tersebut.

Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa, Drs H Muchlis, SE, MSi dan Duta WHO, Yohei SasakawaSekertaris Daerah Kabupaten Gowa, Drs H Muchlis, SE, MSi dan Duta WHO, Yohei Sasakawa. Foto: Suherni


Muchlis bahkan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa siap dijadikan laboratorium percontohan dalam mengeliminasi penyakit Kusta di Indonesia.

"Dan kami siap kalau memang Sasakawa bersama Kementerian Kesehatan menjadikan Gowa sebagai laboratorium bagaimana mengeliminasi kusta lintas stakeholders kami siap mendedikasikan wilayah ini sebagai percontohan," ujar Muchlis.

Sebab menurutnya, seperti budaya di Sulawesi termasuk di Indonesia pada umumnya. Apabila ada contoh praktik yang berhasil di suatu daerah untuk mengeliminasi suatu problem maka biasanya itu dicontoh dan dilakukan replikasi.

"Kami siap untuk Gowa dijadikan sebagai replika, percontohan kemudian akan di-copy paste untuk disebarkan daerah-daerah lainnya," imbuhnya.

(hrn/up)
News Feed