Selasa, 20 Mar 2018 16:10 WIB

Pria Ini Bisa Jadi yang Pertama Daki Gunung Everest Tanpa Kaki

Firdaus Anwar - detikHealth
Semangat Hari untuk terus berjuang bisa jadi inspirasi. (Foto: Twitter: Hari_BudhaMagar) Semangat Hari untuk terus berjuang bisa jadi inspirasi. (Foto: Twitter: Hari_BudhaMagar)
Jakarta - Untuk mengurangi angka kematian yang terjadi di antara pendaki gunung Everest pemerintah Nepal memberlakukan larangan izin bagi para pendaki dengan kondisi kecacatan tertentu. Hal ini sempat membuat ambisi seorang pria bernama Hari Budha Magar (33) terhambat.

Hari diketahui adalah seorang mantan tentara Inggris yang kehilangan kedua kakinya tahun 2010 lalu akibat menginjak ranjau. Sejak saat itu ia bersama para beberapa anggota tentara lainnya mulai mencoba mendaki gunung sebagai rutinitas pemulihan diri.

Meski dengan keterbatasan fisik Hari membuktikan bahwa ia mampu menaklukan puncak gunung. Beberapa gunung yang pernah ia daki di antaranya seperti Ben Nevis, Mont Blanc, dan Mera dengan ketinggian mencapai 6.476 meter.

"Dulu saya bertarung melawan musuh, kini saya bertarung dengan cedera ini. Saya bertarung untuk mengembalikan kondisi mental dan hidup saya sepenuhnya, menginspirasi orang lain, belajar kemampuan baru, serta bisa percaya diri mengandalkan kemampuan tubuh saya," kata Hari seperti dikutip dari Fox News, Selasa (20/3/2018).

Sudah menjadi impian bagi Hari untuk menaklukan Everest sebagai puncak tertinggi di dunia. Oleh karena itu ketika larangan diberlakukan dirinya dibantu oleh teman berusaha menggugat ke pengadilan untuk pengecualian.

"Teman pergi ke Mahkamah Agung atas nama saya. Mereka pun memberikan pengecualian karena tidak seharusnya saya ditolak," kata Hari.

Belum diketahui kapan pastinya Hari akan mulai mendaki Everest. Bila berhasil maka dirinya bisa jadi orang pertama tanpa kaki yang sukses mendaki puncak tertinggi di dunia tersebut.


(fds/up)
News Feed