Selasa, 20 Mar 2018 19:40 WIB

Cerita Model Victoria's Secret Taklukkan Gangguan Pencitraan Tubuh

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Punya tubuh ramping ala model mungkin jadi dambaan wanita. Namun model Victorias Secret ini menyebut cita-cita tubuh ramping justru memicu gangguan jiwa. Foto: dok. Getty Images Punya tubuh ramping ala model mungkin jadi dambaan wanita. Namun model Victoria's Secret ini menyebut cita-cita tubuh ramping justru memicu gangguan jiwa. Foto: dok. Getty Images
Jakarta - Punya tubuh ramping ala model mungkin jadi dambaan wanita. Namun model Victoria's Secret ini menyebut cita-cita tubuh ramping justru memicu gangguan jiwa.

Bridget Malcolm, model Victoria's Secret asal Australia, mengaku sempat mengalami gangguan pencitraan tubuh. Akibatnya, ia selalu merasa dirinya terlalu gemuk dan rutin diet untuk mencapai lingkar pinggang seramping mungkin.


"Aku selalu pergi tidur dengan perasaan gundah, berapa kalori yang aku makan hari ini? Olahraga apa lagi yang harus aku lakukan agar lebih kurus? Apakah ukuran pakaianku masih bisa lebih kecil lagi?" tutur, dikutip dari News.com.au.

Dikatakan Malcolm, penilaian negatifnya berasal dari tingginya tuntutan di duni modeling. Niat untuk menjadi lebih sehat terkorupsi menjadi niat untuk menjadi lebih kurus, meski ia mengetahui bahwa itu tidak baik.

Sampai pada akhirnya, obrolan dengan seorang kawan membuka matanya. Ia sadar bahwa untuk menjadi sehat tidak bisa dilakukan dengan merampingkan lingkar pinggang.

Bridget Malcolm mulai mengadopsi gaya hidup sehatBridget Malcolm mulai mengadopsi gaya hidup sehat Foto: dok. Getty Images

Wanita 26 tahun ini pun mulai mengubah gaya hidupnya. Ia menghapus foto-foto selfie dan mengurangi berpikiran negatif tentang dirinya sendiri. Malcolm juga membuat pakaian-pakaian dengan ukuran terlalu kecil.

"Aku tidak ingin lagi melihat cermin dan berpikir bahwa aku terlalu gemuk atau kurang berusaha keras. Aku ingin berdamai dengan tubuhku sendiri," ungkapnya.

Tidak mudah bagi Malcolm untuk makan dan merasa nyaman. Ia kadang masih mengecek timbangan, namun dibarengi dengan rutinitas gym yang kini dilakukannya.

"Sulit. Tapi semakin lama aku menjalaninya, suara-suara negatif di kepalaku semakin mudah didiamkan. Perlahan-lahan, aku akan mencoba menjadi diriku sendiri yang lebih bebas," tutupnya.

Gangguan pencitraan tubuh atau body dysmorphic disorder adalah gangguan jiwa yang membuat seseorang selalu merasa ada yang kurang dengan tubuh. Kekurangan bisa terjadi dalam hal apapun, misalnya saja merasa kurang cantik, kurang tinggi, atau terlalu gemuk.

Gangguan ini juga dapat membuat seseorang merasa iri terhadap bentuk tubuh wanita lain, dan akan mengikuti apapun metode agar bisa dapat tubuh sempurna. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gangguan ini bisa menyebabkan kecemasan, depresi, hingga keinginan bunuh diri.

(mrs/up)
News Feed