Rabu, 21 Mar 2018 08:41 WIB

Suka Duka Perawat Sul Merawat Kusta: Pernah Tertular Sampai Dijuluki Mantri Kusta

Suherni Sulaeman - detikHealth
Perawat Sul. Foto: Suherni Perawat Sul. Foto: Suherni
Sigi - Setiap pekerjaan, apapun itu pasti punya risiko. Termasuk seorang perawat penyakit kusta seperti Ahmad Sul (49). Bertahun-tahun harus menyium bau luka kusta yang sangat khas.

Menjadi perawat kusta sejak tahun 1992 membuat Sul, sapaan akrabnya, hafal dengan bau luka pasien kusta. Ditambah, awal-awal mau tidak mau ia harus memperkenalkan cara merawat luka kusta tersebut.

"Jadi dia punya nanah, bau yang sudah berapa hari, jadi luka baru ya kita ajar. Setelah diajar dalam satu hari itu cara untuk pagi dan sore, ya dikontrol," tutur Sul kepada detikHealth usai kunjungan Duta WHO, Yohei Sasakawa di Puskesmas Biromaru, jalan Pramuka No 31, Desa Mpanau, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kemudian, yang lebih menyedihkan sekaligus mengejutkan bagi Sul adalah ketika dirinya dinyatakan juga terkena kusta. Diduga ia tertular karena kerap kontak dengan para pasien kusta.

"Mungkin sudah terlalu lama, karena bersentuhan-bersentuhan sehingga oleh konsultan dokter Herman Wibowo katanya di saraf ada tanda-tanda kusta tapi di kulit tidak ada. Namun tak putus asa," ucap Sul yang sempat diam sejenak saat bercerita.


"Waktu itu sempat sih putus asa karena secara kasar tertular. Tapi dimotivasi sehingga diberi reward, kemudian diberangkatkan pelatihan mewakili kabupaten di tingkat nasional kemudian bangkit lagi, berjuang," kenang Sul.

Bagian saraf yang terindikasi kusta.Bagian saraf yang terindikasi kusta. Foto: Suherni


Sul mengalami penebalan saraf tepat di bawah siku lengan. Kemudian ia dianjurkan untuk minum obat selama 6 bulan dan berhasil sembuh.

Ditanya hal apa yang paling mengesankan untuk Sul ialah ketika ia dijuluki mantri kusta oleh masyarakat daerah-daerah kantong. Daerah kantong merupakan daerah yang setiap tahun ditemukan kusta atau hampir setiap tahun ada kusta.

"Mengesankan sampai sekarang itu masyarakat daerah-daerah kantong menjuluki saya mantri kusta," papar Sul seraya tertawa.

"Ya mantri kusta, nggak apa-apa. Justru membangkitkan dan memotivasi kita kan. Walaupun tidak spesifik sekolah untuk khusus kusta seperti tenaga dokter," sambungnya.

Kini, usianya sudah 49 tahun, artinya masa kerja Sul sebagai perawat tinggal 9 tahun lagi. Namun seolah tak bisa dipisahkan, ia mengaku, jika masih diminta untuk merawat pasien kusta tentu ia akan tetap membantu merawat pasien kusta.

"Sepanjang masih kuat untuk membantu merawat atau mencari orang bersembunyi. Ya kan sekarang ini kan masih termasuk kendala, bahwa masih ada yang sembunyi. Masih ada yang malu. Walaupun tidak sebanyak tahun-tahun kemarin, pasti masih ada," pungkas Sul mengakhiri pembicaraan.

(hrn/up)
News Feed