Kamis, 22 Mar 2018 18:48 WIB

Bagaimana Fungsi Seksual Orang-Orang yang Ganti Kelamin?

Firdaus Anwar - detikHealth
Identitas seksual Lucinta Luna bikin orang penasaran, apakah ia transgender atau bukan. (Foto: Instagram @lucintaluna) Identitas seksual Lucinta Luna bikin orang penasaran, apakah ia transgender atau bukan. (Foto: Instagram @lucintaluna)
Jakarta - Kasus Lucinta Luna membuat banyak orang penasaran tentang prosedur terapi penggantian kelamin. Terkait ini satu hal yang mungkin sering jadi pertanyaan adalah bagaimana fungsi seksual orang-orang yang menjalaninya. Apakah bisa seperti normal?

Menurut spesialis bedah plastik dr Irena Sakura Rini, proses operasi kelamin sendiri bukan mengganti total dari organ reproduksi pria menjadi wanita atau sebaliknya. Tidak ada transplantasi karena dokter hanya merekonstruksi apa yang sudah ada agar jadi lebih 'sesuai'.



"Biasanya dia sudah ada membawa (kelamin -red) itu dari lahir yang tersembunyi... Bisa karena tidak terbentuk sempurna, setengah-setengah," kata dr Sakura kepada detikHealth pada Kamis (22/3/2018).

"Untuk laki-laki misalnya dia tidak punya organ laki-laki tapi ada setengahnya perempuan, misalnya sel telurnya kecil sekali. Laki-laki kan tidak punya sel telur tapi orang ini memiliki, ada kelenjar susu yang lebih dari seharusnya," lanjut dr Sakura.

Kondisi kelainan-kelainan seperti itu yang dapat diperbaiki dengan operasi kelamin. Tergantung dari kondisinya, tidak menutup kemungkinan seorang pasien operasi bisa memiliki fungsi seksual yang utuh.

"Itu harus dielaborasi lagi. Tapi biasanya sih berfungsi dengan baik bisa seperti normal," pungkas dr Sakura.

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)
News Feed