Minggu, 08 Apr 2018 14:09 WIB

Kena Serangan Jantung? Jangan Panik, Ini yang Bisa Dilakukan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Serangan jantung bisa muncul kapan saja, menyerang siapa saja (Foto: Getty Images) Serangan jantung bisa muncul kapan saja, menyerang siapa saja (Foto: Getty Images)
Jakarta - Serangan jantung bisa jadi momok bagi banyak orang. Apalagi jika tidak segera tertangani, akibatnya bisa fatal.

Namun bila Anda mengalami hal ini atau mengetahui orang terdekat Anda mengalaminya, Anda bisa turun tangan untuk membantunya. Yang terpenting, jangan panik.

Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut tahapannya seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Minggu (8/4/2018).



1. Segera berbaring atau duduk sambil menunggu ambulans datang

Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran suplai oksigen di tubuh. "Ditidurkan telentang dengan kepala ditengadahkan, dagu diangkat. Sebab biasanya, orang kalau tidak sadar, lehernya menekuk sehingga lidahnya jatuh ke tenggorokan kerongkongan, dan itu menghambat jalan napas," jelas dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si. dari Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

Sembari menunggu, pasien harus ditenangkan. Hal ini karena ketika pasien ketakutan, maka tensinya akan cenderung naik.

2. Menelepon nomor darurat untuk meminta pertolongan atau memanggil ambulans

3. Mengecek pernapasan

Jika tidak terasa ada hembusan napas, segera berikan bantuan napas buatan. Tetapi terlebih dahulu pastikan jika leher atau lidahnya tidak tertekuk. "Ada juga yang langsung cek napas dan nadi. Jika tidak ada, lakukan pijat jantung," pesan dr Silvia.

4. Pijat jantung

Pijat jantung atau resusitasi jantung paru (RJP) terdiri atas 30 kali penekanan di dada dan dua kali bantuan napas. RJP Juga harus dilakukan di permukaan yang datar dan keras.

dr Aldy Heriwardono, SpAn(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penekanan dada dilakukan dengan penolong ada di sebelah kanan korban, lengan lurus, dan diletakkan di tengah dada korban. "Prinsip penekanan dada yakni tekan dengan kuat, tekan cepat, mengembang sempurna, dan interupsi minimal. Kalau penolong kelelahan, bisa gantian asal hitungannya tetap 30 kali," paparnya.

Jika tekanan dada telah diberikan, dilanjutkan dengan pemberian bantuan napas sebanyak dua kali. Bantuan ini dilakukan apabila penolong yakin melakukannya.

"Ada beberapa langkah, pertama membuka jalan napas dengan menegadahkan kepala korban dan mengangkat dagu korban. Lalu jepit hidung dengan jari, dan berikan napas bantuan sebanyak dua kali. Tunggu dada korban turun kembali untuk memberi napas bantuan berikutnya," ujar dr Aldy.

(lll/up)
News Feed