Selasa, 10 Apr 2018 14:33 WIB

Soal Miras Oplosan, Kemenkes: Sama Saja Meracuni Diri Sendiri

Widiya Wiyanti - detikHealth
Penyalahgunaan alkohol dalam bentuk miras oplosan banyak menelan korban jiwa (Foto: Dony Indra Ramadhan) Penyalahgunaan alkohol dalam bentuk miras oplosan banyak menelan korban jiwa (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Jakarta - Korban jiwa akibat minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Bandung bertambah, yaitu berjumlah 41 orang. Karena banyak korban yang berjatuhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menetapkan insiden ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Berdasarkan kebijakan Pak Bupati dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan ini masuk status KLB. Ini KLB bencana atau KLB situasional," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustiadji seperti dikutip dari detikNews, Selasa (10/4/2018).



Namun menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr Untung Suseno Sutarjo, MKes, hal ini bukan merupakan KLB, karena tidak berdasarkan suatu penyakit.

"Bukan KLB, ini korban banyak akibat oplosan. Itu kan kriminal bukan karena penyakit," ujarnya saat dihubungi detikHealth.

dr Untung melanjutkan akan bahayanya mengonsumsi miras oplosan yang bahkan tidak diketahui apa yang sudah dicampurkan ke dalamnya.

"Dicampur-campur apa kan kita nggak tahu. Itu sama saja meracuni diri sendiri," jelasnya.



Miras oplosan berjenis gingseng itu memiliki efek yang sangat berbahaya bagi beberapa organ vital manusia, seperti mengacaukan sistem saraf, risiko pada jantung, liver, dan otak.

(wdw/up)
News Feed