Jumat, 13 Apr 2018 12:30 WIB

Soal Miras Oplosan, Ahli Toksikologi Duga Berisi Spiritus

Widiya Wiyanti - detikHealth
Miras oplosan diduga menggunakan spiritus. Foto: Istimewa Miras oplosan diduga menggunakan spiritus. Foto: Istimewa
Jakarta - Kasus minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan banyak orang di Jawa Barat menjadi marak, pasalnya kurang dari seminggu sudah memakan korban sebanyak 58 orang.

Menanggapi kasus tersebut, ahli toksikologi, I Made Agus Gelgel Wirasuta, MSi. Apoteker mengatakan bahwa kemungkinan yang minuman keras yang dioplos itu bukan alkohol jenis etanol (jenis alkohol yang bisa dikonsumsi dengan dosis tepat).

"Kemungkinan yang dijual itu labelnya alkohol, tapi isinya metanol," ujarnya kepada detikHealth melalui saluran telepon, Jumat (13/4/2018).


Etanol dan metanol merupakan jenis-jenis alkohol. Etanol sendiri adalah alkohol yang bisa dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan dengan campuran bahan yang benar, seperti fermentasi tanaman.

Sedangkan metanol merupakan bentuk alkohol yang paling sederhana namun berbahaya, karena mudah menguap, mudah terbakar, dan beracun. Dalam keseharian kita kenal dengan spiritus.

"Mereka yang punya izin menjual etanol atau metanol harus ditelusuri itu sumbernya dari mana. Saya kan suka beli alkohol di apotek buat dites, pas dites di lab labelnya etanol tapi isinya metanol," tutur Dosen Farmasi di Universitas Udayana itu.

"Itu karena pengen mabuk murah jadi belinya di apotek lalu dioplos. Karena yang alkohol beneran pajaknya besar jadi mahal dan mereka nggak mampu, jadi cari yang murah-murah saja," lanjutnya.




(wdw/fds)
News Feed