Rabu, 18 Apr 2018 12:00 WIB

Australia Kewalahan Hadapi Serangan Bakteri Pemakan Daging

Firdaus Anwar - detikHealth
Salah satu pasien yang terinfeksi bisul Buruli. (Foto: Medical Journal Australia) Salah satu pasien yang terinfeksi bisul Buruli. (Foto: Medical Journal Australia)
Jakarta - Seperti cerita dalam film horor, sebuah penyakit misterius pemakan daging menyebar dan tidak ada yang tahu bagaimana cara menghentikannya. Kondisi inilah yang sekarang dihadapi oleh para petugas kesehatan di Australia.

Disebut sebagai bisul Buruli, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium ulcerans. Ketika menginfeksi tubuh bakteri ini akan menghasilkan racun yang bisa menghancurkan jaringan sehingga bila tidak segera ditangani akan menimbulkan kecacatan.

Dalam beberapa tahun terakhir Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus bisul Buruli di Australia terus meningkat hingga 150 persen. Tercatat dari 74 kasus bisul Buruli pada tahun 2013 angkanya melonjak jadi 186 kasus di tahun 2016.

Hal yang jadi masalah adalah peneliti sampai sekarang tidak tahu bagaimana cara bakteri menyebar dan bagaimana cara mencegahnya.

"Sebagai komunitas kami menghadapi epidemi yang semakin memburuk dari penyakit parah tanpa tahu cara mencegahnya," tulis peneliti dalam laporan terbaru di The Medical Journal of Australia.

"Kami membutuhkan respons cepat," lanjut peneliti seperti dikutip dari Live Science, Rabu (18/4/2018).

Ada beberapa teori yang menyebut mungkin bakteri menyebar dari serangga seperti nyamuk. Teori lain menyebut bakteri menginfeksi manusia lewat anjing, kucing, dan koala karena hewan-hewan tersebut diperhatikan juga bisa terkena bisul Buruli.

Terakhir peneliti menekankan kasus Buruli di daerah Victoria termasuk yang mengkhawatirkan. "Secara alamiah kasus semakin parah dan semakin banyak muncul di area baru," pungkas peneliti.
(fds/up)
News Feed