Rabu, 18 Apr 2018 19:33 WIB

AS Tarik 207 Juta Telur Terkontaminasi Salmonella, Apa Bahayanya?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
207 juta telur ayam di AS ditarik karena terkontaminasi bakteri Salmonella. Apa bahayanya? Foto: iStock 207 juta telur ayam di AS ditarik karena terkontaminasi bakteri Salmonella. Apa bahayanya? Foto: iStock
Jakarta -
Pada Jumat (13/4/2018) lalu pasar Amerika Serikat menarik sebanyak 207 juta telur yang diduga terkontaminasi salmonella. Telur-telur tersebut berasal dari sebuah peternakan di North Carolina.
Diketahui lebih dari 3 juta ayam petelur di peternakan tersebut dapat menghasilkan 2,3 juta telur per hari. Telur-telur tersebut diketahui dijual dengan beberapa merek dan didistribusikan ke sembilan negara bagian.
Pihak Administrasi Makanan dan Obat-Obatan (FDA) AS menyampaikan sedikitnya 22 orang dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi telur ini, demikian dilansir dari Live Science.
"Pada telur, kontaminasi sering terjadi saat berada dalam tubuh ayam itu sendiri," kata Benjamin Chapman, profesor dan spesialis keamanan pangan dari North Carolina State University.
Bakteri salmonella dapat berkoloni di dalam rahim ayam dan masuk ke dalam telur saat pembentukan. Bisa jadi telur yang terlihat normal ternyata terdapat bakteri salmonella di dalamnya.
Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dengan nama yang sama jika terkonsumsi oleh manusia. Gejalanya meliputi diare, demam, dan nyeri perut yang terjadi antara 12 hingga 72 jam setelah infeksi, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Gejalanya terus terjadi dalam empat hingga tujuh hari, dan kebanyakan orang dapat sembuh tanpa penanganan khusus. Namun dalam kasus tertentu, gejala diare dapat menjadi sangat parah hingga menyebabkan seseorang harus dirawat di rumah sakit.
Infeksi salmonella yang parah biasanya terjadi pada anak-anak, lansia dan orang yang memiliki imun rendah.
Meski aman, diperkirakan 1 dalam 20 ribu telur terkontaminasi Salmonella, lanjut Chapman. Oleh karena itu disarankan untuk memasak telur hingga kuning dan putih telurnya benar-benar padat dan matang, kira-kira dalam suhu 71 derajat celcius.
"Tapi aku lebih memilih tidak akan memakan produk yang kuketahui memiliki risiko terkontaminasi," tandas Chapman.


(Frieda Isyana Putri/up)
News Feed