Kamis, 19 Apr 2018 09:15 WIB

Belum Tua Gigi Sudah Ompong? Awas Risiko Sakit Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Awas gigi ompong bisa berkaitan dengan peningkatan risiko sakit jantung. (Foto: thinkstock) Awas gigi ompong bisa berkaitan dengan peningkatan risiko sakit jantung. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kalau dokter gigi selalu menyarankan agar lebih berhati-hati menjaga kesehatan mulut itu karena ada alasannya. Kesehatan mulut yang buruk hingga banyak gigi rusak bukan cuma berpengaruh pada penampilan tapi juga bisa berkaitan langsung dengan kesehatan jantung.

Studi terbaru oleh peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa bila di usia paruh baya (36-55 tahun) seseorang sudah kehilangan minimal dua giginya maka risiko penyakit jantung dapat meningkat. Dr Lu Qi dari Tulane University memaparkan hal tersebut pada konferensi American Heart Association's Epidemiology and Prevention 2018.

Analisa data melihat ketika seseorang kehilangan dua giginya maka risiko penyakit jantung dapat meningkat hingga 23 persen. Ini karena gigi copot kemungkinan karena masalah kesehatan mulut dan studi lain sudah melihat kaitannya dengan penyakit jantung.

"Studi kami menambahkan bukti pada pola hubungan kesehatan mulut dan penyakit jantung. Orang-orang dewasa tua yang kehilangan lebih dari dua giginya akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung," kata Dr Lu dikutip dari Reuters, Kamis (19/4/2018).

Masalah seperti peradangan gusi atau gingivitis yang berujung pada tanggalnya gigi dapat jadi jalan masuk kuman ke dalam aliran darah. Dari infeksi mulut kuman dapat menyebar ke jantung menyebabkan komplikasi.

"Kuman-kuman yang hidup di gusi biasa hidup tanpa udara atau anaerob. Ketika masuk ke aliran darah, paling sering kuman ini nyangkut ke katup jantung," kata drg Dedy Yudha Rismanto Sp Perio beberapa waktu lalu.

Menurut drg Dedy Tak hanya menyerang katup jantung, kuman yang berasal dari gigi ini juga bisa terdampar di ginjal. Pada kasus parah kuman bahkan bisa terdorong oleh tekanan darah menuju otak dan menyebabkan infeksi dan peradangan pada selaput otak atau akrab disebut dengan meningitis.
(fds/fds)
News Feed