Jumat, 20 Apr 2018 11:17 WIB

Pradiabetes Masih Bisa Disembuhkan, Kuncinya Pola Hidup Sehat

Moch Prima Fauzi - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Diabetes tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, penyakit gula ini merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Menurut data International Diabetes Federation tahun 2017, Indonesia menempati urutan keenam negara dengan jumlah penyandang diabetes di dunia.

Banyaknya populasi diabetesi di Indonesia terjadi karena satu dari dua pengidap diabetes tidak sadar mereka telah terjangkit. Rata-rata mereka baru menyadarinya saat mengalami ciri-ciri tertentu, seperti penglihatan mulai kabur dan muncul gatal-gatal serta luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh. Padahal itu adalah kondisi di mana mereka terkena komplikasi diabetes.


Penderita diabetes rentan terkena komplikasi penyakit lainnya seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Sejauh ini, penyakit tersebut memang belum dapat disembuhkan atau dipulihkan kembali seperti kondisi normal.

Serangan diabetes pada seseorang memerlukan proses bertahun-tahun hingga orang tersebut positif terkena penyakit tersebut. Sebelum terkena diabetes terdapat satu tahapan yang disebut pradiabetes. Tahapan pradiabetes memiliki karakteristik yang mirip dengan diabetes, yakni mulai terjadi peningkatan kadar gula darah, tapi belum mencapai kondisi diabetes.

Pradiabetes Masih Bisa Disembuhkan, Kuncinya di Pola HidupFoto: Dok Tropicana Slim

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI (2013), satu dari tiga orang di Indonesia terkena pradiabetes. Kendati demikian berbeda dengan diabetes, pradiabetes masih bisa disembuhkan melalui pola makan dan pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat yang disarankan adalah dengan melakukan sedikitnya 150 menit olahraga per minggu dengan intensitas sedang sampai tinggi. Maka disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dan mengurangi durasi duduk dan menonton televisi.


Selain itu, pola makan juga harus diperhatikan, yakni dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, mengganti nasi putih dengan nasi merah, perbanyak mengonsumsi buah dan sayur, serta mengurangi kandungan gula. Disarankan pula untuk mengganti gula pasir dengan gula rendah kalori seperti pemanis alami stevia.

Jangan lupa, hindari pula makanan yang tinggi lemak seperti gorengan dan pilihlah makanan yang rendah kandungan garam. (ega/up)
News Feed