Minggu, 22 Apr 2018 19:21 WIB

Kenalkan Aaron Yoder, Pemegang Rekor Lari Mundur Tercepat Dunia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Aaron Yoder, pemegang rekor lari mundur tercepat di dunia. (Foto: YouTube) Aaron Yoder, pemegang rekor lari mundur tercepat di dunia. (Foto: YouTube)
Jakarta - Usain Bolt boleh jadi pelari tercepat di dunia saat ini. Namun jika larinya mundur, apakah Bolt bisa menyamai rekor pria asal AS ini?

Sejak tahun 2016, Aaron Yoder telah mengantongi rekor sebagai pelari mundur atau retro run tercepat di dunia versi Guinness Book of World Records. Rekornya kala itu adalah 5 menit 54 detik.

"Saat saya berlari mundur, saya merasa seperti terbang," katanya kepada Great Big Story seperti dilaporkan Men's Health.

Ini karena, lanjut Aaron, membutuhkan perspektif visual yang berbeda untuk melihat sejauh mana jarak yang harus ditempuh dengan sejauh mana dia harus pergi.

Awalnya Aaron mengaku ia adalah seorang pelari biasa bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga mengikuti kompetisi lari untuk mendapatkan beasiswa kuliah.

Hingga suatu ketika Aaron mengalami nyeri lutut yang parah. "Dokter meminta saya berhenti berlari. Tetapi saya tidak mau berhenti jadi saya harus membuat perubahan," jelasnya.

Aaron akhirnya tahu jika berlari mundur terbukti tidak begitu mempengaruhi cedera di lututnya. "Lari ini sangat baik untuk lutut saya, saya tidak merasakan apapun, sehingga saya pun benar-benar menikmatinya," tuturnya.


Aaron menambahkan, berlari mundur tidaklah semudah kelihatannya. Ia juga mengaku menjalani serangkaian latihan yang berat untuk bisa berlari mundur.

"Selama 8 pekan saya harus berlari mundur selama 45 menit sehari ditambah latihan berat selama 45 menit. Tapi ada satu hari di mana saya berlari maju untuk melatih otot-otot yang sama," paparnya.

Mungkin Aaron ada benarnya. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information di tahun 2011 menyebutkan, pelari mundur menggunakan lebih banyak otot di kaki ketimbang pelari biasa. Hal ini membuat mereka bisa membakar energi 30 persen lebih banyak daripada pelari biasa, meski kecepatannya sama.

Tak hanya itu, studi lain yang dilakukan di tahun 2016 juga menyebut pelari yang mengubah latihannya dengan lari mundur selama lima pekan saja dapat menggunakan oksigen mereka 2,5 persen lebih efisien daripada pelari biasa.

Faktanya, Aaron bukanlah satu-satunya pelari mundur yang ada di dunia. Bahkan cabang olahraga ini ada kejuaraan dunianya di mana pesertanya mencapai 200-an atlet dari lebih dari 20 negara.

"Tujuan saya hanya satu, ingin menginspirasi setiap orang agar hidup bugar. Kita hanya punya satu tubuh, dan kita harus melakukan yang terbaik untuk menjaganya," pesannya.

(lll/lll)
News Feed