Rabu, 25 Apr 2018 10:07 WIB

WHO Khawatirkan Peningkatan Kasus Malaria di Venezuela

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Nyamuk Anopheles Foto: Nyamuk Anopheles
Jakarta - Krisis ekonomi dan sosial yang melanda Venezuela berdampak pada sektor kesehatan. Selain masalah kurangnya obat-obatan dan sarana kesehatan yang rusak, ancaman wabah infeksi malaria juga mengintai negara Amerika Latin tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada lebih dari 406.000 kasus malaria di Venezuela pada tahun 2017. Angka ini membuat khawatir, mengingat adanya peningkatan 69 persen kasus baru dari tahun sebelumnya.



Pedro Alonso, direktur program malaria global dari WHO, menyebut secara statistik, negara-negara Amerika memang mengalami peningkatan kasus malaria. Namun di Venezuela peningkatan terjadi sangat besar, hampir 70 persen, dan lebih tinggi dari negara-negara Amerika lainnya.

Dibandingkan dengan tahun 2016 di mana kasus malaria berjumlah 240,613, wajar jika peningkatan tahun 2017 dinilai tak wajar. Jumlah kasus pada tahun 2017 juga lima kali lebih tinggi daripada kasus malaria di tahun 2013.

"Peningkatannya sangat cepat, mendekati setengah juta kasus per tahun, dengan hampir 300 orang meninggal. Angka ini jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di dunia," ungkap Alonso, dikutip dari Reuters.

Ada pula kekhawatiran malaria di Venezuela menyebar ke negara-negara tetangganya. Imigran Venezuela yang melarikan di ke Brazil, Kolombia, hingga Ekuador berisiko membawa nyamuk dan parasit malaria ke negara-negara tersebut.

"Karena itu, kerjasama regional antara negara-negara tetangga Venezueal penting. Pertama untuk meningkatkan diagnosis penyakit pada imigran, dan kedua memberikan pelayanan kesehatan pada siapapun yang membutuhkan," tutupnya.

(mrs/up)
News Feed