Kamis, 26 Apr 2018 10:36 WIB

Di Tengah Pertandingan, Atlet NBA Ini Alami Serangan Panik

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Serangan panik bisa menyerang kapan saja, termasuk saat pertandingan basket, seperti yang dialami atlet NBA Kevin Love. Foto: Thearon W. Henderson/Getty Images Serangan panik bisa menyerang kapan saja, termasuk saat pertandingan basket, seperti yang dialami atlet NBA Kevin Love. Foto: Thearon W. Henderson/Getty Images
Jakarta - Penggemar basket NBA pasti kenal siapa Kevin Love. Ia merupakan salah satu punggawa Cleveland Cavaliers saat berhasil merasih gelar juara NBA pada tahun 2016 lalu.

Dibalik gayanya yang santai, Kevin ternyata memiliki masalah kejiwaan. Hal itu baru disadarinya saat mengalami serangan panik di tengah-tengah pertandingan.



"Kejadinnya tanggal 5 November 2017. Sesaat setelah pertandingan melawan Atlanta Hawks dimulai, aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku, dan berimbas pada permainanku yang buruk," ungkap Kevin, dikutip dari The Players Tribune.

"Saat jeda pertandingan, aku merasa detak jantungku lebih cepat dari biasanya. Aku kesulitan bernapas, dan mataku berkunang-kunang. Aku merasa sesak. Aku tahu aku tak bisa melanjutkan pertandingan dan lari ke ruang ganti," tambahnya lagi.

Kevin menyebut pelatihnya sadar ada yang salah. Namun di pertandingan berikutnya, serangan panik tak datang. Ia malah berhasil menyabet 35 poin untuk kemenangan timnya.

Namun tim medis dari Cleveland Cavaliers menyadari ada hal yang tidak biasa dari Kevin. Ia pun dirujuk untuk memeriksakan diri ke psikiater. Sempat malu dan sulit untuk bercerita, Kevin akhirnya mau terbuka dan menceritakan kondisinya.

Di situ, ia menyadari bahwa beban yang dialaminya tak hanya berasal dari tuntutan untuk juara dan harapan dari para fans. Ragam masalah pribadi dan keluarga yang selama ini terpendam mulai terkuak. Kevin pun merasa dirinya sudah lebih baik.

Ia sadar bahwa gangguan kecemasan dan serangan panik bisa terjadi pada siapa saja. Menurutnya, bercerita kepada orang yang kamu percaya bisa membuat beban yang ditanggung seseorang berkurang, dan menjaga jiwanya tetap sehat.

"Bagaimanapun kondisi kita, semura orang memiliki beban dan luka, yang akan semakin parah jika dipendam. Jika kamu mengalami hal ini, seberapa besar maupun kecil masalahmu, berbagilah dan ceritakan pada orang lain," tutupnya.

(mrs/up)
News Feed