Kamis, 26 Apr 2018 12:11 WIB

Sambut Ramadan, BPOM Bakal Lebih Sering Sidak Takjil

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pasar takjil di Bendungan Hilir yang selalu ramai saat Ramadan (Foto: Ari Saputra) Pasar takjil di Bendungan Hilir yang selalu ramai saat Ramadan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Ramadan pun tinggal menghitung hari, pasti banyak yang menanti makanan-makanan enak untuk berbuka puasa atau yang kita sebut takjil. Hal ini pun yang ditunggu-tunggu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM, Drs Tepy Usia, Apt, MPhil, PhD mengatakan bahwa akan meningkatkan intensitas pengawasan makanan di bulan Ramadan dengan mengadakan sidak (inspeksi mendadak) di berbagai tempat, terutama tempat penjualan makanan takjil.

"Walaupun tiap hari sudah kita lakukan, tapi bulan Ramadan lebih rutin karena memang yang keluar (berdagang) lebih banyak sehingga intensitasnya lebih ditingkatkan karena untuk melindungi masyarakat dari misalnya bahan-bahan berbahaya yang dipakai dalam pangan, kemudian pasar-parar pasti itu ada," ujarnya saat ditemui detikHealth dalam Seminar Pengembangan dan Penggunaan Produk Herbal di Kampus Swiss German University, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (26/4/2018).



Tepy juga menyebutkan bahwa akan ada mobil keliling yang difungsikan untuk langsung menguji makanan-makanan nantinya. Makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, atau pewarna yang bukan untuk makanan akan ditarik dan ditindaklanjuti.

"Kita juga kan ada mobil keliling, kita turun ke sekolah, ke pasar-pasar. Kita ambil sampel terus kita uji langsung di tempat itu, apakah bahan itu mengandung formalin atau boraks atau pewarna yang dilarang, langsung kita ambil tindakan, misal tidak boleh mengulangi menjual ini," jelasnya.

Masyarakat yang ketahuan menjual makanan dengan menggunakan bahan berbahaya akan diberikan edukasi dan informasi mengenai bahan-bahan pengganti yang lebih direkomendasikan oleh BPOM. Serta, Tepy juga mengatakan akan memberikan informasi kepada pembeli bagaimana menghindari makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Masyarakat juga kita berikan pengertian, jangan beli yang warnanya mencolok, mungkin ditanya kebersihan dan higienitasnya," tandas Tepy.

(wdw/up)
News Feed