Kamis, 26 Apr 2018 17:11 WIB

Ada Lebih dari 8.000 Produk Jamu, LIPI Berharap Semua Tersaintifikasi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ada 8.000 produk jamu namun belum semua diteliti secara ilmiah  (Foto: Adil Pradipta/20detik) Ada 8.000 produk jamu namun belum semua diteliti secara ilmiah (Foto: Adil Pradipta/20detik)
Jakarta - Saat ini produk alami atau herbal lebih diminati oleh masyarakat dibanding produk kimia. Jamu salah satunya, produk tradisional yang masih bertahan dan terus berkembang hingga kini.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ada lebih dari 8.000 jenis jamu yang terdapat di pasaran. Sayangnya, belum semua sesuai dengan standarisasi yang benar.

"Jamu ada lebih dari 8.000. Obat herbal yang terstandardisasi hanya 64 produk yang terdaftar di BPOM," ujar Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM, Drs Tepy Usia, Apt, MPhil, PhD usai Seminar Pengembangan dan Aplikasi Produk Herbal Indonesia di Swiss German University (SGU), Alam Sutera, Tangerang, Kamis (26/4/2018).



Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Enny Sudarmonowati mengatakan bahwa obat yang menggunakan bahan herbal memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Maka dari itu, ia berharap semua produk jamu yang ada di pasaran bisa melalui kaji ilmiah.

"Harapannya kan fitofarmaka, tapi sebelumnya ada obat terstandar, sebelum itu lagi yang jamu. Harapannya semuanya tersaintifikasi. Jamu kita ada lebih dari 8000, berapa yang sudah tersaintifikasi?" tutur Prof Enny.

"Tersaintifikasi itu secara ilmiah sudah terbukti dia bisa dibenarkan, karena itu kan banyak yang peninggalan nenek moyang," lanjutnya.

Dengan begitu, LIPI terus mendorong para peneliti untuk melakukan penelitian dengan benar dan membuat semua produk jamu yang berlumuran teruji bisa segera dilakukan kaji ilmiah, sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.

(wdw/up)
News Feed