Kamis, 26 Apr 2018 20:02 WIB

Dengan Alat Mutakhir Ini, Kamu Bisa Kendalikan Mimpi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sekelompok peneliti dari MIT membuat alat yang bisa mengendalikan mimpi saat kita tidur. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Foto: thinkstock Sekelompok peneliti dari MIT membuat alat yang bisa mengendalikan mimpi saat kita tidur. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Foto: thinkstock
Jakarta - Mimpi adalah kembang tidur yang memiliki banyak interpretasi mengapa dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Beberapa dari kita mungkin sempat berpikir bagaimana cara mengendalikan mimpi tersebut.

Sekelompok peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah mengembangkan sebuah alat yang memungkinkan orang dapat mengontrol konten mimpi mereka. Alat ini berbasis pada sebuah fase menuju tidur yang disebut hypnagogia.

Hypnagogia merupakan kondisi yang berada di antara kondisi tidur dan bangun, di mana kamu dapat mengalami halusinasi sekilas atau mimpi yang bercampur dengan kenyataan.


Alat yang disebut Dormio ini dipercaya mampu meningkatkan kreativitas seseorang dengan memanfaatkan fase tersebut.

Dormio bekerja menggunakan alat yang berbentuk seperti sarung tangan yang berguna untuk melacak transisi tidur melalui biosinyal, seperti detak jantung dan gerakan otot.

Setelah pemakainya hendak melewati tahap hypnagogia dan bertransisi menjadi tidur lelap, robot di samping tempat tidur akan terpicu untuk mengeluarkan suara yang akan mendorong pemakai kembali ke tahap mimpi.

"Jika suara yang digunakan untuk sedikit membangunkan si pemakai berbentuk sebuah kata, itu akan dapat masuk ke dalam mimpinya," ungkap salah satu peneliti, seperti dikutip dari The Independent.

Misal jika robotnya mengeluarkan suara 'garpu' atau 'kelinci', bisa jadi mimpinya akan berkaitan dengan objek-objek tersebut.

Ide untuk mendorong pemikiran kreatif lewat fase hypnagogia ini sebelumnya telah dieksplor oleh seniman Salvador Dali dan penemu Thomas Edison.


Mereka mencoba mengakses hypnagogia dengan menggenggam bola besi di tangannya, yang akan jatuh dan pecah saat mereka mulai tertidur. Teknik ini diklaim bisa menangkap ide-ide dan pemikiran yang dibuat melalui mimpi mereka.

Pemimpin riset, Adam Horowitz mengatakan bahwa ujung dari penelitian ini adalah manfaat praktis dan filosofis. Ia tak meragukan bahwa fase hypnagogia punya kemampuan untuk meningkatkan memori, pembelajaran dan kreatifitas.

"Hanya saja, setelah mencobanya sendiri, aku merasa jadi semacam penglihatan diri yang sungguh berharga dan menginspirasi yang sebelumnya tak dapat diakses olehku," tuturnya.

Dalam peluncurannya, kelompok peneliti ini telah mencobakan Dormio kepada beberapa relawan dan melaporkan bahwa kata-kata yang dilontarkan oleh si robot mempengaruhi mimpi mereka. Meski seharusnya percobaan ini untuk mengukur kreativitas, namun mereka mengaku rupanya konsepnya masih rumit.

Tim peneliti tersebut telah mengeluarkan dua versi dari Dormio dan berencana mengeluarkan versi ketiga yang akan menggunakan gerakan mata untuk melacak tahap tidur. Tujuannya agar Dormio semakin murah dan tidak invasif sehingga semua orang dapat membelinya dan mendapatkan sedikit dorongan kreatifitas.

(Frieda Isyana Putri/up)
News Feed