Jumat, 27 Apr 2018 11:12 WIB

Ini Pilihan Rasa Manis yang Aman dari Diabetes

Moch Prima Fauzi - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Gula tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Untuk minum dan makan, kita membutuhkan rasa manis agar terasa nikmat ketika dikonsumsi. Namun berlebihan mengonsumi gula semakin mendekatkan kita kepada penyakit diabetes karena jumlah kalorinya yang tinggi.

Untuk menjaga tubuh lebih sehat, sebaiknya hindari konsumsi gula berlebih dengan cara membatasi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Departemen Kesehatan RI membatasi konsumsi gula per harinya menjadi 50 gram gula pasir atau sebanyak 4 sendok makan.


Berdasarkan jenisnya, gula yang dikonsumsi sehari memiliki jumlah kalori yang beragam. Misalnya dalam setiap satu sendok teh gula pasir terkandung 16 kalori, satu sendok teh gula batu mengandung 25 kalori. Sedangkan satu sendok teh gula jawa mengandung 10 kalori. Lainnya seperti satu sendok teh gula cokelat memiliki 15 kalori, satu sendok teh gula halus 10 kalori, dan satu sendok teh icing sugar 10 kalori.

Dari beberapa sumber rasa manis yang biasa dikonsumsi, ada jenis pemanis lainnya yang memiliki kadar kalori lebih rendah dari gula pada umumnya, bahkan hingga nol kalori. Gula rendah kalori akan memberikan rasa manis tanpa mengubah asupan kalori dalam jumlah besar maupun menaikkan kadar gula darah. Jadi aman untuk dikonsumsi.

Ini Pilihan Rasa Manis yang Aman dari DiabetesFoto: Dok Tropicana Slim

Dikutip dari halaman Food Insight, ada beberapa jenis pemanis rendah kalori yang telah melewati pengujian keamanan yang ketat. Jenisnya adalah stevia, sukralosa, aspartam, asesulfam K, sakarin, dan neotam.

Dijelaskan dalam halaman Harvard School of Public Health, aspartam memiliki rasa manis 180 kali dari gula. Sementara asesulfam K 200 kali lebih manis dari gula, serta sakarin dan stevia 300 kali lebih manis, sukralosa 600 kali lebih manis, dan neotam 7.000 hingga 13.000 kali lebih manis dari gula.

Sementara itu, penelitian American Heart Association dan American Diabetes Association pada 2011 mengungkapkan bahwa jika dikonsumsi secara bijaksana, beberapa jenis pemanis tersebut kemungkinan bisa membantu mengurangi dan mengontrol berat badan serta memiliki manfaat untuk metabolisme. Namun dengan catatan tidak dibarengi dengan asupan sumber energi lain yang secara berlebih.


Salah satu jenis pemanis yang aman untuk dikonsumsi sehari-hari adalah pemanis alami stevia. Meskipun belum dinyatakan Generally Regarded as Safe (GRAS) oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA tidak menentang penggunaan pemanis berbahan steviol glycoside ini sebagai table top sweetener.

Bahkan pemanis stevia sudah digunakan di Jepang, Korea, Taiwan, Cina, Rusia, Meksiko, Argentina, Kolombia, Peru, Paraguay, Uruguay, Brazil, Malaysia, dan Thailand. (ega/ega)
News Feed